UIN Alauddin Jadi Tuan Rumah Konsinyering Nasional Integrasi Simpeg dan Aplikasi Gaji Web
UIN Alauddin Online – Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menjadi tuan rumah Konsinyering Persiapan Implementasi Interkoneksi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) dan Aplikasi Gaji Web (AGW) Kementerian Agama RI. Kegiatan yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Hotel MaxOne Makassar ini diikuti perwakilan satuan kerja Kementerian Agama dari wilayah Indonesia Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat transformasi digital layanan kepegawaian dan keuangan melalui integrasi sistem yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Alauddin Makassar, Drs. Anwar Abubakar, M.Pd., dalam sambutan selamat datang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Alauddin Makassar sebagai tuan rumah penyelenggaraan konsinyering nasional tersebut.
Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesamaan persepsi dalam implementasi sistem yang terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan administrasi kepegawaian di lingkungan Kementerian Agama.
"Dengan adanya sistem ini, terutama ketika terjadi mutasi pegawai, proses administrasi akan menjadi lebih mudah dan efisien. Inilah yang kita harapkan bersama," ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Zain, M.Ag., yang memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan.

Sementara itu, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama RI, Dr. Ahmad Hidayatullah, menegaskan bahwa interkoneksi Simpeg dan Aplikasi Gaji Web merupakan bagian dari transformasi kelembagaan yang tengah dijalankan Kementerian Agama.
Menurutnya, kolaborasi antarsatuan kerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan birokrasi yang semakin terintegrasi, khususnya pada bidang kepegawaian dan pengelolaan keuangan.
"Kita tidak boleh lagi bekerja dalam sekat-sekat birokrasi. Seluruh unit harus saling terhubung untuk menghadirkan layanan yang semakin baik," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama tiga tahun terakhir Kementerian Agama menghadapi tantangan dalam pengelolaan pagu minus belanja pegawai. Berbagai langkah telah dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk melalui koordinasi intensif dengan satuan kerja di seluruh Indonesia.
"Cara-cara darurat mungkin diperlukan pada kondisi tertentu, tetapi ke depan kita harus menemukan sistem yang lebih baik, lebih terintegrasi, dan berkelanjutan," katanya.
Ahmad Hidayatullah berharap implementasi interkoneksi Simpeg dan Aplikasi Gaji Web mampu meningkatkan akurasi pengelolaan data kepegawaian sekaligus memperkuat tata kelola belanja pegawai di lingkungan Kementerian Agama.
"Jika pengelolaan gaji dan belanja pegawai sudah berjalan dengan baik, maka kita memiliki lebih banyak ruang untuk melahirkan inovasi-inovasi baru dalam pelayanan," tambahnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pleno yang menghadirkan narasumber dari Tim Pengembang Simpeg serta Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama. Dalam sesi tersebut, peserta melakukan verifikasi data, sinkronisasi sistem, serta berdiskusi mengenai berbagai kendala pengelolaan data kepegawaian di masing-masing satuan kerja.
Melalui konsinyering ini, diharapkan implementasi interkoneksi Simpeg dan Aplikasi Gaji Web dapat berjalan optimal sehingga mendukung terwujudnya tata kelola kepegawaian dan keuangan yang lebih terintegrasi, efektif, serta akuntabel di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.