Gambar LP2M UIN Alauddin Gelar Monitoring Riset MoRA The AIR Fund–ERISPRO LPDP Granted 2025

LP2M UIN Alauddin Gelar Monitoring Riset MoRA The AIR Fund–ERISPRO LPDP Granted 2025

UIN Alauddin Online — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar memperkuat evaluasi pelaksanaan riset penerima pendanaan MoRA The AIR Fund–ERISPRO LPDP Granted Tahun 2025 dengan menggelar kegiatan monitoring di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Selasa (8/9/2026).

Monitoring menghadirkan empat reviewer eksternal, yakni Prof. Dr. Ir. Edi Muhamad Jayadi, MP dan Prof. Dr. Syarifudin, S.Ag., S.S., M.Pd. dari UIN Mataram, Prof. Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer, S.Si., M.Kes. dari Universitas Islam Malang, serta Dr. Ir. Yunifa Miftahul Arif, S.ST., M.T. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Para reviewer memberikan penilaian dan masukan akademik terhadap perkembangan penelitian yang dipresentasikan para penerima pendanaan. Evaluasi diarahkan untuk memastikan pelaksanaan riset tetap sesuai dengan rencana, target, serta luaran yang telah ditetapkan.

Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I., mengatakan monitoring menjadi bagian penting dalam memastikan penelitian yang memperoleh dukungan pendanaan dapat dilaksanakan secara terarah dan menghasilkan capaian sesuai tujuan program.

“Monitoring ini penting untuk memastikan pelaksanaan riset berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan. Kami ingin melihat sejauh mana capaian penelitian sekaligus memastikan luaran yang dihasilkan memiliki kualitas dan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat,” ujar Rosmini Amin.

Menurutnya, monitoring tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif pendanaan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang evaluasi akademik bagi peneliti untuk memetakan capaian, mengidentifikasi kendala, serta menemukan bagian-bagian penelitian yang masih perlu diperkuat.

Kehadiran reviewer eksternal, lanjut Rosmini, diharapkan memberikan perspektif objektif bagi tim peneliti dalam menyempurnakan proses maupun hasil penelitian sebelum memasuki tahap akhir.

“Kami berharap para peneliti tidak hanya menyelesaikan penelitian sesuai target administratif, tetapi juga mampu menghasilkan luaran yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas. Karena itu, monitoring menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan bagi tim riset,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, LP2M UIN Alauddin terus mendorong tata kelola penelitian yang lebih terukur, berkualitas, dan berorientasi pada luaran. Monitoring secara berkala diharapkan mampu memastikan dukungan pendanaan riset tidak berhenti pada penyelesaian laporan, tetapi berkontribusi terhadap penguatan tradisi akademik serta menghasilkan penelitian yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat

Previous Post UIN Alauddin Sukses Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, 82 Peserta Dinyatakan Lulus
Next Post Entry Meeting BPK RI, UIN Alauddin Perkuat Kesiapan Data dan Dokumen Pemeriksaan