Mahasiswa SPI UIN Alauddin Luncurkan Empat Film Dokumenter Sejarah dan Budaya
UIN Alauddin Online – Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar merilis empat film dokumenter bertema sejarah dan budaya melalui kegiatan nonton bersama yang digelar di Lecture Theater UIN Alauddin Makassar, Selasa, 7 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan luaran Mata Kuliah Pembuatan Film Dokumenter Sejarah sekaligus menjadi ruang apresiasi atas hasil riset lapangan yang telah dilakukan mahasiswa.
Empat film yang diputar merupakan karya mahasiswa angkatan 2024. Seluruh proses produksinya dikerjakan secara mandiri, mulai dari penyusunan proposal penelitian, observasi lapangan, pengumpulan data, wawancara narasumber, penulisan naskah, hingga proses penyuntingan video.
Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Chaerul Mundzir Muchtar Lutfi, mengatakan bahwa proyek film dokumenter telah menjadi tradisi akademik Program Studi SPI sejak 2016 melalui SKI Channel. Menurutnya, media film menjadi salah satu sarana efektif untuk mendiseminasikan hasil penelitian sejarah kepada masyarakat.
"Interpretasi sejarah yang dituangkan dalam film berangkat dari karakter film itu sendiri sebagai bahasa yang universal sehingga mampu menyampaikan pesan sejarah kepada masyarakat secara lebih efektif," ujarnya.
Ia menambahkan, pembelajaran sejarah tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan membaca sumber dan menulis karya ilmiah. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan mengomunikasikan hasil penelitiannya melalui media yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi peneliti sejarah yang baik, tetapi juga mampu mengemas hasil riset dalam bentuk audio-visual yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini," katanya.
Pada sesi pemutaran, dua film bertema sejarah membuka rangkaian kegiatan, yakni "Jejak Cahaya di Kerajaan Tellu Limpoe" karya mahasiswa kelas 4AK3 yang mengulas proses penyebaran Islam dan perkembangan Kerajaan Tellu Limpoe, serta "Tiga Dato': Jejak Islamisasi di Tanah Sulawesi" karya mahasiswa kelas 4AK1 yang merekonstruksi perjalanan dakwah tiga ulama dalam proses islamisasi di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, dua film bertema budaya turut ditampilkan, yakni "Mappogau Sihanua" karya mahasiswa kelas 4AK4 yang mengangkat tradisi masyarakat sebagai bagian dari pelestarian identitas budaya lokal, serta "Battasa Jera' di Tanah Adat Kajang" karya mahasiswa kelas 4AK2 yang mengeksplorasi tradisi masyarakat adat Kajang beserta nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Dosen pengampu Mata Kuliah Pembuatan Film Dokumenter Sejarah, St. Maisyah Nur Ali, menjelaskan bahwa proyek tersebut dirancang untuk mengintegrasikan penelitian sejarah dengan kemampuan produksi media.
"Mahasiswa belajar secara utuh, mulai dari menyusun konsep penelitian, melakukan observasi, mewawancarai narasumber, hingga menghasilkan film dokumenter yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Jadi, yang dinilai bukan hanya kualitas visualnya, tetapi juga akurasi data sejarah dan cara mereka membangun narasi," jelasnya.
Selain menjadi bentuk evaluasi pembelajaran, kegiatan nonton bersama juga menjadi ruang diskusi mengenai penggunaan sumber sejarah, teknik penyusunan narasi, kualitas sinematografi, serta strategi menyampaikan pesan sejarah kepada publik melalui media digital.
Melalui kegiatan ini, Program Studi SPI UIN Alauddin Makassar terus mendorong pengembangan model pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi riset, komunikasi publik, dan produksi konten digital berbasis sejarah dan budaya.