Gambar Kolaborasi Dosen Farmasi dan Biologi UIN Alauddin Hasilkan Paten Sederhana Nanokapsul Kunyit

Kolaborasi Dosen Farmasi dan Biologi UIN Alauddin Hasilkan Paten Sederhana Nanokapsul Kunyit

UIN Alauddin Online — Riset bahan alam Indonesia kembali melahirkan inovasi di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Kolaborasi dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dan Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) berhasil memperoleh Hak Paten Sederhana atas inovasi “Formula Nanokapsul Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) Menggunakan Basis Gelatin dan Pektin.”

Hak paten tersebut diserahkan dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (17/8/2026).

Inovasi tersebut dikembangkan oleh enam dosen, yakni Dr. apt. M. Rusdi, M.Si., Rusmadi Rukmana, S.Si., M.Pd., Dr. apt. Isriany Ismail, M.Si., Dr. apt. Mukhriani, M.Si., Dr. apt. Nursalam Hamzah, M.Si., dan apt. Nurul Fajria La Sengka, S.Farm.

Formula yang dikembangkan memanfaatkan ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) dengan gelatin dan pektin sebagai basis nanokapsul. Pengembangan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan bahan alam Indonesia melalui pendekatan teknologi formulasi di bidang farmasi.

Bagi Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., perolehan paten sederhana tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penelitian di lingkungan FKIK mulai bergerak dari produksi karya ilmiah menuju inovasi yang memiliki nilai guna dan peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Perolehan Hak Paten Sederhana ini menjadi bukti bahwa penelitian yang dilakukan sivitas akademika FKIK tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga dapat melahirkan inovasi yang memiliki nilai guna dan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujar Dewi Setiawati.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen FKIK dalam membangun budaya penelitian yang berorientasi pada inovasi dan hilirisasi hasil riset.

“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi para dosen dan peneliti untuk terus menghasilkan inovasi berbasis penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kolaborasi dosen dari bidang farmasi dan biologi dalam penelitian tersebut juga memperlihatkan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam mengembangkan inovasi berbasis bahan alam. Perolehan paten menjadi pijakan awal untuk membawa hasil penelitian menuju tahap pengembangan yang lebih luas.

Capaian ini menambah rekam jejak riset dan inovasi UIN Alauddin Makassar sekaligus membuka ruang bagi pengembangan lebih lanjut terhadap potensi bahan alam Indonesia melalui penelitian dan teknologi formulasi.

Previous Post UIN Alauddin Sukses Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, 82 Peserta Dinyatakan Lulus
Next Post Entry Meeting BPK RI, UIN Alauddin Perkuat Kesiapan Data dan Dokumen Pemeriksaan