Gambar Wisuda Angkatan 118, Rektor UIN Alauddin Berpesan: Jadilah Sarjana No Limit

Wisuda Angkatan 118, Rektor UIN Alauddin Berpesan: Jadilah Sarjana No Limit

UIN Alauddin Online – Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyampaikan pesan reflektif kepada para wisudawan pada Wisuda Angkatan ke-118 dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Prof. Hamdan menyoroti sejumlah kebetulan yang menurutnya sarat makna. Wisuda Angkatan ke-118 dilaksanakan tepat pada tanggal 18 dan bertepatan dengan momentum tahun baru Hijriah. Baginya, momen tersebut layak menjadi kenangan yang dapat memacu semangat para wisudawan sebagai sarjana baru.

“Ini situasi yang banyak bertepatannya, dan itu menjadi memori yang sangat bagus untuk memacu semangat kalian sebagai sarjana baru,” ujarnya di hadapan wisudawan beserta keluarga.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UIN Alauddin Makassar hingga menyelesaikan tanggung jawab akademiknya. Ia menegaskan, kampus akan terus berbenah untuk menghadirkan yang terbaik bagi sivitas akademika dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hamdan mengajak para lulusan untuk menjadi “sarjana no limit”. Menurutnya, istilah tersebut bukan sekadar merujuk pada sesuatu yang tanpa batas, melainkan kemampuan berpikir yang selalu terbuka, kreatif, dan tidak pernah kehabisan ide dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Jangan pernah mati akal. Ketika orang lain sudah menyerah atau buntu, kalian harus selalu punya jalan keluar, pikiran, atau ide,” tegasnya.

Ia menambahkan, gelar sarjana semestinya melekat pada sosok yang mampu melampaui ekspektasi, menghadirkan gagasan-gagasan baru, dan meninggalkan jejak yang bermakna. Seorang sarjana, menurutnya, tidak sibuk membicarakan orang atau peristiwa, melainkan menjadikan ide sebagai pusat perhatiannya.

Prof. Hamdan menutup sambutannya dengan analogi sederhana tentang sekrup pada sebuah kursi. Meski berukuran kecil dan sering luput dari perhatian, sekrup memiliki peran penting karena menyatukan seluruh bagian.

“Menjadi sekrup dalam kehidupan, itulah sarjana no limit,” pungkasnya.

Wisuda Angkatan ke-118 ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum peneguhan identitas lulusan UIN Alauddin Makassar sebagai generasi yang siap melampaui batas, menghadirkan ide-ide baru, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Previous Post Dosen BSA UIN Alauddin Juara I MTQ KORPRI Sulsel, Siap Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
Next Post UIN Alauddin dan UIN Datokarama Palu Perkuat Kolaborasi Perpustakaan