Gambar UIN Alauddin Perkuat Profesionalisme Pembimbing Haji, Rektor Tekankan Pentingnya Karakter

UIN Alauddin Perkuat Profesionalisme Pembimbing Haji, Rektor Tekankan Pentingnya Karakter

UIN Alauddin Online — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, menekankan pentingnya karakter kuat dan profesionalisme bagi setiap pembimbing ibadah haji. Menurutnya, pembimbing haji tidak cukup hanya menguasai tata cara manasik, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang mampu memberikan ketenangan dan pelayanan terbaik kepada jamaah.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Hamdan saat menghadiri pembukaan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah yang diselenggarakan melalui kerja sama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar di Wisma Shafa, Asrama Haji Embarkasi Makassar, Jumat (4/9/2026).

Sebanyak 81 peserta dari 12 provinsi mengikuti program sertifikasi tersebut. Peserta berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia Timur, termasuk Papua, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hamdan menegaskan bahwa pembimbing haji memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan jamaah dalam berbagai situasi selama pelaksanaan ibadah.

Karena itu, kemampuan teknis mengenai tata cara ibadah harus berjalan beriringan dengan kematangan kepribadian, kemampuan komunikasi, serta ketangguhan dalam menghadapi beragam karakter dan persoalan jamaah.

“Supaya tidak menjadi pembimbing yang amatiran, tetapi pembimbing profesional dengan karakter kuat yang dimiliki,” tegas Prof. Hamdan.

Menurutnya, sertifikasi pembimbing haji seharusnya tidak berhenti pada pemberian pengakuan formal berupa sertifikat. Lebih dari itu, proses pelatihan harus mampu membentuk pembimbing yang benar-benar memiliki kapasitas dan karakter untuk menjalankan amanah pelayanan kepada jamaah.

“Kalau hasil dari pembimbingan ini tidak lantas mewujudkan pembimbing yang memiliki kepribadian kuat dan profesional tadi, berarti kita tidak sukses,” ujarnya.

Prof. Hamdan juga menyoroti pentingnya keberadaan pembimbing haji yang berkualitas bagi masyarakat di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan UIN Alauddin terus berperan dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi pembimbing haji dan umrah melalui kerja sama dengan instansi terkait.

Ia berharap program sertifikasi tersebut tidak hanya menghasilkan peserta yang memahami aspek teknis penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga melahirkan pembimbing yang memiliki integritas, karakter kuat, profesionalisme, dan kemampuan memberikan rasa aman kepada jamaah.

 

Keterlibatan UIN Alauddin Makassar dalam sertifikasi pembimbing haji dan umrah merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pelayanan haji.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Abd. Rasyid Masri, menjelaskan bahwa kerja sama pelatihan pembimbing haji dengan instansi pemerintah telah berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.

Khusus kerja sama dengan Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), program sertifikasi tersebut telah memasuki angkatan keempat. Jika dihitung bersama program kerja sama sebelumnya dengan Kementerian Agama, kegiatan pelatihan pembimbing haji dan umrah yang melibatkan FDK UIN Alauddin telah terselenggara sebanyak sekitar 16 kali.

Menurut Rasyid, capaian utama program tersebut bukan sekadar jumlah peserta yang memperoleh sertifikat, melainkan kualitas pembimbing yang dihasilkan setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

“Target kita sebenarnya bukan bagaimana saudara-saudara kita itu mendapat sertifikat secara formalitas saja,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses sertifikasi dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjalankan tugas sebagai pembimbing haji secara profesional dan memberikan pelayanan yang optimal kepada jamaah.

Melalui kegiatan tersebut, UIN Alauddin Makassar terus memperkuat perannya dalam pengembangan kompetensi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, khususnya melalui penguatan kapasitas dan karakter para pembimbing.

Previous Post Undang Tiga Tokoh Perempuan, PBAK FST UIN Alauddin Tekankan Integrasi Agama, Sains, dan Teknologi
Next Post UIN Alauddin Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, Rektor Tekankan Penguatan Profesionalitas