Gambar Tiga Dosen Hebat FST Bekali PBAK FST 2026 tentang Etika, PPKS, dan Karier

Tiga Dosen Hebat FST Bekali PBAK FST 2026 tentang Etika, PPKS, dan Karier

UIN Alauddin Online — Sebanyak 748 mahasiswa baru Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar mendapat pembekalan tentang etika akademik, pencegahan kekerasan seksual, hingga persiapan karier dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FST 2026 di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Gowa, Kamis (3/9/2026).

Pembekalan tersebut menghadirkan tiga dosen FST yang memiliki peran strategis di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Ketiganya memberikan perspektif berbeda yang dinilai penting bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Dosen Program Studi Teknik Informatika FST, Dr. Faisal, S.T., M.T., yang juga merupakan anggota Dewan Kehormatan Universitas (DKU) UIN Alauddin Makassar, mengawali pembekalan dengan materi penegakan kode etik, moral, dan disiplin civitas akademika.

Dr. Faisal menjelaskan ketentuan yang mengatur kehidupan mahasiswa berdasarkan PMA Nomor 20 Tahun 2024 serta sejumlah keputusan Rektor UIN Alauddin Makassar. Ia menguraikan hak dan kewajiban mahasiswa, berbagai bentuk larangan, klasifikasi pelanggaran, hingga tingkatan sanksi yang dapat diberikan.

Menurutnya, pemahaman terhadap aturan bukan sekadar untuk menghindari sanksi, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang tertib dan bertanggung jawab.

Ia juga menjelaskan mekanisme pelaporan pengaduan kepada DKU, mulai dari penyusunan laporan, proses verifikasi, pemeriksaan oleh tim, hingga penetapan putusan oleh Rektor.


Pembekalan berikutnya disampaikan Dr. H. Muhammad Ansar, S.Pt., M.Si., dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) FST yang juga aktif di Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin Makassar.

Mengangkat isu Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Dr. Ansar mengajak mahasiswa baru memahami berbagai bentuk kekerasan seksual sekaligus pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan humanis.

Ia menjelaskan langkah-langkah pencegahan, keberanian untuk melapor, serta perlindungan terhadap korban melalui layanan yang tersedia di UIN Alauddin Makassar.

Bagi mahasiswa, kata dia, kepedulian sosial dan empati perlu berjalan seiring dengan kemampuan akademik.

“Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian, empati, dan keberanian untuk bersuara ketika melihat adanya kekerasan,” ujarnya.


Sementara itu, pembekalan mengenai masa depan mahasiswa disampaikan Dr. Ir. A. Muhammad Syafar, A.Md., S.T., M.T., IPM., dosen Program Studi Teknik Informatika FST sekaligus pengelola Career Development Center (CDC) UIN Alauddin Makassar.

Dr. Syafar mendorong mahasiswa baru mulai merancang career roadmap sejak awal perkuliahan. Menurutnya, persiapan memasuki dunia kerja tidak seharusnya baru dilakukan menjelang wisuda.

Ia memaparkan sejumlah layanan CDC yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, mulai dari pelatihan dan pengembangan soft skills, digital marketing, penyusunan CV, talent mapping, program magang, informasi rekrutmen, job fair, campus hiring, hingga tracer study.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Career Management Platform CDC UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu sarana untuk membangun kesiapan karier dan memperoleh informasi peluang kerja.

Melalui tiga materi tersebut, PBAK FST 2026 tidak hanya menjadi ruang pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memahami tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika.

Dengan bekal etika, kesadaran terhadap lingkungan kampus yang aman, serta perencanaan karier sejak dini, mahasiswa baru FST diharapkan mampu menjalani proses pendidikan secara lebih matang sekaligus mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten dan berintegritas.

Previous Post UIN Alauddin Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, Rektor Tekankan Penguatan Profesionalitas
Next Post KKN 79 UIN Alauddin Gelar Aksi Bersih Pantai dan Tanam hingga 1.000 Mangrove di Laiyolo Baru