Gambar Tentukan Masa Depan Melalui Karakter, UKM LDK Al-Jami' Sukses Gelar Pembukaan SIC ke-XXXVII

Tentukan Masa Depan Melalui Karakter, UKM LDK Al-Jami' Sukses Gelar Pembukaan SIC ke-XXXVII

UIN Alauddin Online – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Jami' Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar secara resmi membuka agenda pengkaderan Super Islamic Character (SIC) ke-XXXVII. Forum ini mengusung tajuk filosois "Jadilah Bagian dari Perubahan Bersama Dakwah Kampus Membangun Peradaban" sebagai upaya responsif terhadap tantangan zaman.

Ketua Panitia, Rifqiansyah Putra Ramadan, melaporkan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026 ini diikuti oleh 104 peserta, yang terdiri atas 42 ikhwan dan 62 akhwat. Lokasi pelaksanaan rangkaian materi akan dipusatkan di Baruga Benteng Somba Opu setelah seremonial pembukaan di Ruang Rapat Senat Rektorat selesai dilaksanakan.

Ketua Umum LDK Al-Jami', Fiqram Almuammar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para panitia atas dedikasinya menyelenggarakan acara di tengah berbagai kendala teknis. Ia menekankan bahwa SIC merupakan fase fundamental dalam membentuk mahasiswa sebagai Agent of Change yang tetap teguh menjaga nilai-nilai keislaman.

"Apa yang ada pada dirimu saat ini belum tentu siapa kalian di masa depan, tetapi apa yang kalian lakukan hari ini menentukan siapa kalian di masa depan," tegas Fiqram Almuammar.

Pesan tersebut menjadi pijakan bagi para peserta agar lebih memprioritaskan dialektika serta pendalaman literasi agama dibandingkan penggunaan perangkat ponsel secara berlebihan. Hal ini diharapkan mampu membangun kemandirian berpikir serta integritas moral mahasiswa selama masa pengkaderan berlangsung.

Pembina LDK Al-Jami', Ustaz Hamansah, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa lembaga ini memegang peranan sentral sebagai inisiator pembinaan karakter di lingkup universitas. Ia menggarisbawahi bahwa setiap kader dituntut memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan stabilitas emosional.

"Pilihannya adalah berubah menjadi lebih baik atau peradaban, atau lebih buruk yang disebut kebiadaban. Seorang kader harus berbenah diri sebelum mengajak orang lain," jelas Ustaz Hamansah.

Integrasi ketiga aspek kecerdasan tersebut dinilai sebagai instrumen utama bagi mahasiswa dalam memecahkan setiap problematika secara logis dan kritis. Ia juga menegaskan bahwa keberanian menghadapi masalah merupakan indikator kedewasaan seorang kader dalam menjalankan amanah organisasi.


Agenda pembukaan secara resmi ditandai dengan pelafalan basmalah oleh Pembina dan dilanjutkan dengan prosesi penyematan atribut kepada perwakilan peserta. Seluruh rangkaian pembukaan ini ditutup secara khidmat melalui pembacaan doa sebagai harapan atas kelancaran kegiatan hingga hari terakhir.

Previous Post Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
Next Post Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur