Gambar SPI UIN Alauddin Makassar Gelar Entry Meeting Audit Penerimaan dan Belanja TA 2025

SPI UIN Alauddin Makassar Gelar Entry Meeting Audit Penerimaan dan Belanja TA 2025

UIN Alauddin Online – Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Alauddin Makassar menggelar Entry Meeting Audit Penerimaan dan Belanja Tahun Anggaran (TA) 2025 sebagai langkah awal penguatan tata kelola keuangan dan administrasi institusi.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kerja Sama, dan Kemahasiswaan (AAKK), Dr. M. Muflih BF., M.M., bertempat di Ruang Rapat Lantai I Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin 12 Januari 2026.


Ketua SPI UIN Alauddin Makassar, Prof. Erwin Hafid, dalam arahannya menegaskan bahwa entry meeting ini merupakan bagian dari pengawasan internal yang bertujuan memperbaiki dan menertibkan pengelolaan administrasi sejak dini. Menurutnya, pembenahan administrasi perlu dilakukan secara menyeluruh agar institusi lebih siap menghadapi audit eksternal.


“SPI ini sifatnya pengawasan internal. Administrasi harus kita perbaiki mulai sekarang, sehingga ketika auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP), Inspektorat Jenderal, maupun BPK datang, seluruh dokumen sudah tertib dan siap,” ujar Prof. Erwin.


Ia menjelaskan bahwa audit internal yang dilakukan SPI akan menjadi fondasi sebelum pemeriksaan oleh KAP pada Februari mendatang, yang kemudian dilanjutkan dengan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, seluruh unit kerja di lingkungan UIN Alauddin Makassar diminta melakukan pembenahan sejak awal.


“Bagaimana pembenahan administrasi kegiatan di rektorat, fakultas, pascasarjana, lembaga, dan UPT. Jika masih ada kekurangan, kita sempurnakan bersama agar semua dokumen tertib administrasi,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Biro AAKK, Dr. M. Muflih BF., M.M., menekankan pentingnya kesiapan unit kerja dalam memberikan pelayanan selama proses audit berlangsung, baik oleh KAP, Inspektorat Jenderal, maupun BPK. Ia menyoroti pengelolaan belanja barang sebagai salah satu aspek krusial yang perlu mendapat perhatian serius.


“Pembenahan belanja barang ini sangat penting. Jangan sampai ada kekurangan atau ketidaktertiban yang justru mengganggu proses audit dan pelayanan yang sedang berjalan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Dr. Muflih berharap seluruh Bidang AUPK dan BPP siap setiap saat menerima kedatangan auditor eksternal. Menurutnya, sikap profesional dan pelayanan yang baik menjadi cerminan institusi yang berkomitmen pada tata kelola yang bersih dan transparan.


“Kita berharap setiap kali kedatangan tamu dari BPK maupun Itjen, kita bisa melayani dengan baik. Ini bagian dari ikhtiar merefleksikan UIN Alauddin Makassar agar semakin maju dan mampu masuk ke zona Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ungkapnya.


Pada kesempatan yang sama, Sekretaris SPI UIN Alauddin Makassar, Roby Aditya, menyampaikan bahwa tindak lanjut atas temuan audit menjadi fokus utama pengawasan SPI ke depan. Ia menyebutkan bahwa SPI tidak hanya berhenti pada pencatatan temuan, tetapi juga akan memastikan proses tindak lanjut berjalan sebagaimana mestinya.


“Arahan dari Itjen, SPI diminta untuk memastikan tindak lanjut atas temuan-temuan audit. Karena itu, SPI akan turun langsung mengecek bagaimana proses tindak lanjut tersebut dilaksanakan,” jelas Roby.


Ia menambahkan bahwa saat ini pengawasan internal “naik kelas”, tidak hanya melihat ada atau tidaknya temuan, tetapi juga memastikan apakah rekomendasi yang diberikan benar-benar ditindaklanjuti oleh unit terkait.


“Sekarang bukan hanya soal ada temuan atau tidak, tetapi apakah temuan itu ditindaklanjuti dengan baik. Ini yang akan terus kami kawal,” pungkasnya.


Previous Post Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga
Next Post HMJ Biologi UIN Alauddin Lolos Pendanaan Program FOLU Net Sink 2030, Raih Rp50 Juta