UIN Alauddin Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan ramah bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan Sosialisasi Pusat Layanan Disabilitas (PLD), Selasa, 26 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Senat Fakultas tersebut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika UIN Alauddin Makassar.
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman bersama terkait pentingnya aksesibilitas, akomodasi yang layak, dan penguatan layanan pendidikan inklusif di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan kolaborasi lintas unit dalam mendukung optimalisasi layanan Pusat Layanan Disabilitas di lingkungan kampus.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Andi Achruh, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.
Menurutnya, kampus inklusif tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik yang aksesibel, tetapi juga membangun budaya penerimaan, penghargaan, dan dukungan terhadap keberagaman.
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman dan setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, agar dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.
Penguatan komitmen juga disampaikan Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar sekaligus Pengarah Pusat Layanan Disabilitas, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas unit dalam mendukung implementasi layanan disabilitas yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan Pusat Layanan Disabilitas merupakan bagian penting dalam mewujudkan kampus yang humanis, inklusif, dan berkeadilan sosial.
Pada sesi pemaparan materi, peserta memperoleh penguatan terkait layanan inklusif di perguruan tinggi dari sejumlah narasumber. Materi pertama disampaikan Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep. dengan tema “Urgensi Aksesibilitas dan Akomodasi yang Layak bagi Mahasiswa Difabel melalui Pusat Layanan Disabilitas.”
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa aksesibilitas tidak hanya mencakup sarana fisik, tetapi juga layanan akademik, komunikasi, teknologi pembelajaran, hingga dukungan psikososial yang mendukung keberhasilan studi mahasiswa difabel.
Materi berikutnya disampaikan Dr. Eka Damayanti, S.Psi., M.A. dengan tema “Layanan Pendidikan Inklusif oleh Pusat Layanan Disabilitas.” Ia menyoroti pentingnya sistem pembelajaran yang adaptif dan ramah difabel agar seluruh mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhan masing-masing.
Sementara itu, Dr. Khaifah Assegaf, S.TP., M.Si., IPM. membawakan materi bertema “Layanan Karir Inklusif oleh Pusat Layanan Disabilitas.” Dalam paparannya dijelaskan bahwa layanan karir inklusif perlu mencakup pendampingan, penguatan kompetensi, perluasan jejaring, serta akses kesempatan kerja yang setara bagi mahasiswa dan lulusan penyandang disabilitas.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya membangun budaya kampus yang inklusif serta mendukung pemenuhan hak-hak mahasiswa difabel secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, seluruh unsur di lingkungan UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat terus memperkuat implementasi layanan inklusif dan mendukung optimalisasi peran Pusat Layanan Disabilitas sebagai wadah pelayanan, pendampingan, dan advokasi bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Alat AksesVisi