UIN Alauddin Online - Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UIN Alauddin Makassar menyampaikan hasil evaluasi layanan disabilitas kepada Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag., dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan inklusif dan peningkatan aksesibilitas layanan bagi mahasiswa difabel di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi layanan disabilitas yang telah dilaksanakan di berbagai fakultas. Melalui audiensi tersebut, PLD menyampaikan sejumlah temuan dan kebutuhan yang perlu mendapat perhatian dalam mendukung terwujudnya lingkungan akademik yang lebih inklusif.
Ketua PLD UIN Alauddin Makassar, Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep., memaparkan hasil evaluasi yang menunjukkan masih terdapat sejumlah kebutuhan, baik terkait sarana fisik maupun layanan pendukung akademik. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi aksesibilitas bangunan, ketersediaan jalur landai (ramp), toilet aksesibel, penunjuk arah, serta fasilitas pendukung mobilitas. Selain itu, evaluasi juga mencakup layanan akademik, sistem pembelajaran yang adaptif, penyediaan informasi yang mudah diakses, dan dukungan administratif bagi mahasiswa difabel.
Eva menegaskan bahwa evaluasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mencari kekurangan, melainkan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah strategis guna mengembangkan layanan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di lingkungan universitas.
“Hasil evaluasi ini menjadi bahan pemetaan kebutuhan yang dapat mendukung pengembangan layanan bagi mahasiswa difabel secara lebih optimal,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Prof. Kamaluddin Abunawas menyampaikan apresiasi atas upaya PLD dalam melakukan identifikasi kebutuhan mahasiswa difabel di lingkungan kampus. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa memandang kondisi fisik maupun hambatan yang dimiliki.
Ia menambahkan bahwa berbagai hasil evaluasi yang telah disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penguatan kebijakan serta perencanaan pengembangan fasilitas pendukung di lingkungan universitas.
“Komitmen universitas adalah memastikan seluruh mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar dan berkembang. Hasil evaluasi ini menjadi masukan penting dalam upaya mewujudkan kampus yang semakin ramah dan aksesibel bagi semua,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri pengurus PLD UIN Alauddin Makassar, termasuk Nurul Fadhilah Gani, S.Kep., Ns., M.Kep., yang memberikan penguatan terkait hasil evaluasi sarana dan prasarana yang perlu menjadi standar layanan bagi mahasiswa difabel. Dalam diskusi juga dibahas pentingnya penyusunan standar minimum fasilitas aksesibel yang dapat diterapkan secara bertahap di seluruh fakultas.
Selain membahas hasil evaluasi, kegiatan ini diisi dengan sesi berbagi pengalaman oleh Rahmat, mahasiswa Program Studi Keperawatan. Dalam sesi diskusi, Rahmat menyampaikan pengalaman selama menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa difabel di UIN Alauddin Makassar. Ia juga menyampaikan harapan agar mahasiswa difabel semakin dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk program-program yang dijalankan oleh Pusat Layanan Disabilitas.
Audiensi ini menjadi ruang dialog antara pimpinan universitas, Pusat Layanan Disabilitas, dan mahasiswa dalam mendukung penguatan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa difabel. Melalui sinergi tersebut, UIN Alauddin Makassar terus berupaya mewujudkan lingkungan akademik yang inklusif, ramah disabilitas, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi.
Alat AksesVisi