Start typing & press "Enter" or "ESC" to close
Home
Profil
Pimpinan
Sejarah
Lambang
BLU
Visi Misi & Tujuan
Struktur Organisasi
Fasilitas Kampus
Peta Kampus
Fakultas
Syariah & Hukum
Ekonomi & Bisnis Islam
Tarbiyah & Keguruan
Ushuluddin & Filsafat
Dakwah & Komunikasi
Adab & Humaniora
Sains & Teknologi
Kedokteran & Ilmu Kesehatan
Program Pascasarjana
Lembaga
LEMBAGA
Penjaminan Mutu
Penelitian & Pengabdian Masyarakat
UPT
Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
Perpustakaan
Pusat Bahasa
Pusat Pengembangan Bisnis (P2B)
Satuan Pengawas Internal (SPI)
International Office (IO)
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
Character Building Program (CBP)
Carier Development Center (CDC)
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Unit Pengelola Zakat (UPZ)
Poliklinik Asy-Syifaa
Biro
Biro AUPK
Kepegawaian
Perencanaan
Keuangan
Biro AAKK
Akademik
Umum
Kemahasiswaan
Kerjasama
Sistem Informasi
Portal Mahasiswa Dan Dosen
Portal Alumni Dan Karir
Portal Kepegawaian/SDM
E-Kinerja
Pustipad Helpdesk
Sister
Kuliah di UIN
Penerimaan Mahasiswa Baru
Unit Kegiatan Mahasiswa
Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Agenda
🌐 ID
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇸🇦 Arabic
Perpus UIN Tercanggih Di Indonesia Timur
06 April 2011
Penulis: Administrator
Facebook
Twitter
Linkedin
WA
PERPUSTAKAAN
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar satu-satunya perguruan tinggi negeri dan swasta yang menggunakan program
Radio Frequency Identification
(Rifd).
Dengan program ini, Perpustakaan UIN bisa melayani mahasiswa untuk pengembalian buku dalam waktu 24 jam. Fasilitas ini merupakan yang tercanggih di kawasan Indonesia bagian timur.
“Mahasiswa bisa mengembalikan buku dalam waktu 24 jam meskipun perpustakaan tutup. Cukup dengan memasukkan kartu dan meletakkan bukunya di book drop, secara otomatis transaksi pengembalian buku tercatat,” kata Irvan Muliyadi MA, Kepala Perpustakaan UIN, Rabu (6/5/2011).
Tak hanya pengembalian buku yang menggunakan pengelolaan secara otomatis, tapi juga peminjaman buku juga bisa dilakukan secara otomatis. Proses peminjaman buku bisa dilakukan dengam program MPS (Multi Purpose Sistem).
“Inilah yang membedakan kita dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia timur. Kita memiliki sistem pengembalian dan peminjaman buku secara otomatis,” tambahnya.
Tak banyak yang mengetahui isi secara menyeluruh perpustakaan UIN yang baru diresmikan bulan Maret 2011 ini. Perpustakaan UIN termegah di Indonesia timur ini memiliki 4 lantai.
Lantai pertama Perpustakaan UIN berisi bagian administrasi perpustakaan, ruangan internet, pelayanan bebas pustaka, dan keanggotaan.
“Kami menyediakan ruangan internet gratis untuk pengunjung sebanyak 20 unit. Selama tidak ada antrian yang panjang mahasiswa bisa mengaksesnya secara gratis, tapi jika itu terjadi kami akan memberlakukan bayaran. Hal ini dilakukan untuk menghindari monopoli pengguna,” katanya.
Perpustakaan UIN juga memiliki ruangan deposit. Di sini setiap judul buku yang dibeli disimpan 1 eksamplar sebagai deposit. Buku yang hilang bisa dicopi kembali karena masih memiliki buku aslinya.
Mahasiswa yang ingin mencari buku-buku bidang keislaman seperti tafsir, hadis, tasawuf, fiqih dan lain-lain semua ini bisa dicari di lantai II perpustakaan UIN.
Di lantai III terdapat ruanga multimedia yang memiliki jumlah computer 12 unit yang berisi koleksi CD dan buku-buku yang disertai CD.
“Kami juga merencanakan akan menginstal koleksi digital Al Mattabah Syamilah yang berisi kajian keislaman. Setiap jurusan yang memiliki buku elektronik bisa disimpan di multimedia seperti skripsi, tesis dan disertasi,” terangnya.
Tak hanya itu di lantai III juga tersimpan buku-buku umum seperti kesehatan, arsitek, ekonomi dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Sementara lantai empat terdapat kumpulan skripsi, tesis, dan disertasi mahasiswa. disini juga terdapat ruang lab bahasa, kantor puskom dan ruangan digitalisasi.
Tak hanya itu perpustakaan UIN juga menyediakan ruangan khusus mahasiswa yang ingin belajar khusus atau berdiskusi.
“Kami menyediakan ruangan khusus di lanati III bagi mahasiswa yang ingin belajar atau berdiskusi dan kami juga memfasilitasi ruangan dengan air conditioner (AC). Kami sangat menyambut mahasiswa yang ingin belajar dan berdiskusi diruangan itu,” terangnya. (Eka Novi Fitrianty B)
Kategori:
Berita dan Informasi Kampus
4.4K
Tags:
Kegiatan Kampus
4.6K
Please enable JavaScript to view the
comments powered by Disqus.
Previous Post
HIMASKI UIN Alauddin Gelar Jelajah Sejarah di Kawasan Adat Onto Bantaeng
Next Post
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
Berita Terbaru
Berita Populer
HIMASKI UIN Alauddin Gelar Jelajah Sejarah di Kawasan Adat Onto Bantaeng
20 Juni 2026
Dosen BSA UIN Alauddin Juara I MTQ KORPRI Sulsel, Siap Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur
19 Juni 2026
Wisuda Angkatan 118, Rektor UIN Alauddin Berpesan: Jadilah Sarjana No Limit
19 Juni 2026
3 Makna Dasar Hidup Dalam Al-Quran
11 Agustus 2011
Tahun Akademik 2019/2020, Ini Jumlah Kuota Maba Setiap Prodi di UIN Alauddin
18 Februari 2019
Berikut ini Jalur Masuk UIN Alauddin Makassar T.A. 2019/2020
18 Februari 2019
Dosen Keperawatan UIN Alauddin Loloskan 23 Soal pada Try Out UKNI ke-XXX
02 Oktober 2024
Prof Abustani Kaji Kelompok Mutaqaddimah dan Mutaakhirin
26 Mei 2011
Lewati ke konten
Buka bilah alat
Alat AksesVisi
Fokus Lebih Jelas
Perbesar Teks
Perkecil Teks
Spasi Teks
Grayscale
Kontras Tinggi
Kontras Negatif
Latar Terang
Nonaktifkan Animasi
Tautan Garisbawah
Mudah Dibaca
Reset