Gambar Pembekalan PBL I, Prodi Kesehatan Masyarakat Hadirkan Kepala Puskesmas Pundata Baji

Pembekalan PBL I, Prodi Kesehatan Masyarakat Hadirkan Kepala Puskesmas Pundata Baji

UIN Alauddin Online - Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menghadirkan Kepala Puskesmas Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, sebagai narasumber pada hari pertama Pembekalan Praktik Belajar Lapangan (PBL) I bagi mahasiswa Semester IV, Jumat, 12 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum melaksanakan PBL I di wilayah kerja Puskesmas Pundata Baji pada 18 Juni–1 Juli 2026. Selain sebagai sarana pembelajaran lapangan, pelaksanaan PBL di kawasan pesisir dan pedesaan tersebut juga merupakan implementasi distingsi Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar dalam pengembangan Rural Health.

Dalam pemaparannya, Kepala Puskesmas Pundata Baji, Sumarni, S.Kep., Ns., menjelaskan kondisi geografis, sosial, dan kesehatan masyarakat di Kecamatan Labakkang. Dari empat wilayah kerja puskesmas, terdapat tiga wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan PBL I, yakni Kelurahan Pundata Baji, Kelurahan Borimasunggu, dan Desa Bontomanai.

Ketiga wilayah tersebut merupakan kawasan pesisir dengan karakteristik lingkungan dan permasalahan kesehatan yang beragam sehingga dinilai relevan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa kesehatan masyarakat.

Selain memaparkan profil kesehatan masyarakat, Sumarni juga menjelaskan sejumlah isu kesehatan yang menjadi perhatian di wilayah tersebut, termasuk beberapa penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), salah satunya leptospirosis.

Ia turut mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kebersihan diri selama melaksanakan kegiatan lapangan.

“Mahasiswa nantinya akan banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Karena itu, setelah melaksanakan kegiatan lapangan, jangan lupa mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit,” pesannya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari kondisi sosial budaya masyarakat, akses transportasi menuju lokasi, ketersediaan jaringan internet, hingga strategi komunikasi dengan masyarakat setempat yang masih menggunakan bahasa daerah.

Dosen Pendamping PBL I, Dr. Muh. Saleh, menyampaikan bahwa sebanyak 161 mahasiswa Semester IV akan diterjunkan ke wilayah kerja Puskesmas Pundata Baji selama pelaksanaan PBL I.

Menurutnya, pemilihan wilayah pesisir dan pedesaan sebagai lokasi praktik bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi mereka dalam memahami persoalan kesehatan masyarakat di wilayah rural.

“Mahasiswa akan belajar secara langsung memahami kondisi kesehatan masyarakat pesisir dan pedesaan. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan menganalisis berbagai permasalahan kesehatan yang nyata di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Puskesmas Pundata Baji atas dukungan terhadap pelaksanaan PBL mahasiswa.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat memperkuat kerja sama yang berkelanjutan antara UIN Alauddin Makassar dan Puskesmas Pundata Baji,” katanya.

Lebih lanjut, Saleh menjelaskan bahwa pelaksanaan PBL dirancang dalam tiga tahapan yang berkesinambungan. Pada PBL I, mahasiswa akan melakukan pendataan kesehatan masyarakat secara door to door menggunakan pendekatan by name by address serta melakukan pengambilan titik koordinat rumah responden sebagai bagian dari pengembangan basis data kesehatan masyarakat berbasis spasial.

Selanjutnya, pada PBL II mahasiswa akan merancang dan melaksanakan intervensi berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan selama proses pendataan. Adapun pada PBL III, mahasiswa akan melakukan evaluasi terhadap intervensi yang telah dilaksanakan untuk mengukur efektivitas program yang dijalankan bersama masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan bermuara pada seminar hasil di tingkat kecamatan sebagai bentuk diseminasi hasil kegiatan sekaligus kontribusi akademik mahasiswa dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat berbasis data dan kebutuhan lokal.

Melalui pelaksanaan PBL yang berkelanjutan, Prodi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Alauddin Makassar berharap mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan identifikasi masalah, analisis situasi kesehatan, perencanaan intervensi, serta evaluasi program kesehatan masyarakat secara komprehensif dan berbasis bukti, khususnya pada masyarakat pesisir dan pedesaan.

Previous Post Kemenag Buka Seleksi Terbuka Enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
Next Post PLD UIN Alauddin Sampaikan Hasil Evaluasi Layanan Disabilitas kepada Wakil Rektor Bidang Akademik