UIN Alauddin Online - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya penguatan ketahanan ideologi dan moderasi beragama di lingkungan rumah sakit sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Workshop Nasional Rumah Sakit Tangguh dan Berwawasan Kebangsaan bertema “Penguatan Ketahanan Ideologi dan Moderasi Beragama di Lingkungan Rumah Sakit” yang berlangsung di Aula Lantai 4 Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar, Minggu, 14 Juni 2026. Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Irfan Idris.
Sebelum memasuki ruang kegiatan, Menteri Agama menyempatkan diri meninjau sejumlah fasilitas Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar serta menyapa pasien yang sedang menjalani perawatan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga berdialog dengan tenaga kesehatan dan pimpinan rumah sakit mengenai berbagai upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk sivitas hospitalia, para guru besar, dan berbagai pihak yang terus mendukung pengembangan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar.
Ia menuturkan bahwa perjalanan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar hingga dapat beroperasi dan melayani masyarakat merupakan proses panjang yang penuh tantangan. Berbagai capaian yang diraih saat ini, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan dan perhatian Menteri Agama yang sejak awal memberikan arahan terhadap pengembangan rumah sakit.
Rektor mengenang bahwa salah satu pesan yang kerap disampaikan Menteri Agama adalah pentingnya menghadirkan lingkungan rumah sakit yang hijau, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Arahan tersebut kemudian menjadi bagian dari upaya pengembangan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar sebagai pusat layanan kesehatan yang unggul.
Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan konsep “Green, Friendly, Cozy, and Inclusive” sebagai visi yang terus dikembangkan di lingkungan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar. Konsep tersebut mencerminkan komitmen menghadirkan lingkungan rumah sakit yang asri, pelayanan yang ramah dan humanis, suasana yang nyaman bagi pasien dan pengunjung, serta layanan yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa diskriminasi.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak turut mendorong percepatan operasional rumah sakit hingga mampu memberikan pelayanan kesehatan secara optimal, termasuk melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan yang semakin memperluas akses layanan bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga perlu memperhatikan dimensi spiritual, psikologis, dan kemanusiaan pasien.
Menurutnya, tradisi pelayanan kesehatan dalam peradaban Islam sejak lama menunjukkan pentingnya integrasi antara ikhtiar medis dan penguatan spiritual dalam proses penyembuhan.
Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan keyakinan dan praktik keagamaan dapat membantu pasien menghadapi rasa sakit serta memberikan ketenangan selama menjalani perawatan.
“Pendekatan spiritual memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi rasa sakit dan penderitaan. Karena itu, pelayanan kesehatan perlu memperhatikan kebutuhan spiritual pasien sesuai dengan keyakinannya masing-masing,” ujarnya.
Menag juga menekankan pentingnya pelayanan yang menghormati keberagaman agama dan latar belakang pasien sebagai bagian dari implementasi moderasi beragama di lingkungan rumah sakit.
Menurutnya, pendampingan spiritual yang sesuai dengan agama dan keyakinan pasien merupakan bentuk penghormatan terhadap hak-hak pasien sekaligus wujud pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.
Selain itu, ia mendorong pengembangan rumah sakit yang mengedepankan kebersihan, kenyamanan, keramahan, serta estetika lingkungan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menilai rumah sakit tidak semestinya dipandang semata sebagai tempat pengobatan, melainkan juga ruang yang mampu menghadirkan ketenangan, harapan, dan kenyamanan bagi pasien maupun keluarganya.
Karena itu, Menag mengapresiasi pengembangan konsep “Greeny, Friendly, Cozy, and Inclusive” yang tengah dibangun oleh Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan kesehatan yang unggul, humanis, dan berwawasan kebangsaan.
Melalui workshop ini, diharapkan tercipta penguatan komitmen bersama dalam membangun lingkungan rumah sakit yang tidak hanya tangguh dari sisi pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang yang mampu merawat nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan kemanusiaan dalam praktik pelayanan kepada masyarakat.
Alat AksesVisi