Start typing & press "Enter" or "ESC" to close
Home
Profil
Pimpinan
Sejarah
Lambang
BLU
Visi Misi & Tujuan
Struktur Organisasi
Fasilitas Kampus
Peta Kampus
Fakultas
Syariah & Hukum
Ekonomi & Bisnis Islam
Tarbiyah & Keguruan
Ushuluddin & Filsafat
Dakwah & Komunikasi
Adab & Humaniora
Sains & Teknologi
Kedokteran & Ilmu Kesehatan
Program Pascasarjana
Lembaga
LEMBAGA
Penjaminan Mutu
Penelitian & Pengabdian Masyarakat
UPT
Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
Perpustakaan
Pusat Bahasa
Pusat Pengembangan Bisnis (P2B)
Satuan Pengawas Internal (SPI)
International Office (IO)
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
Character Building Program (CBP)
Carier Development Center (CDC)
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Unit Pengelola Zakat (UPZ)
Poliklinik Asy-Syifaa
Biro
Biro AUPK
Kepegawaian
Perencanaan
Keuangan
Biro AAKK
Akademik
Umum
Kemahasiswaan
Kerjasama
Sistem Informasi
Portal Mahasiswa Dan Dosen
Portal Alumni Dan Karir
Portal Kepegawaian/SDM
E-Kinerja
Pustipad Helpdesk
Sister
Kuliah di UIN
Penerimaan Mahasiswa Baru
Unit Kegiatan Mahasiswa
Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Agenda
🌐 ID
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇸🇦 Arabic
Kinerja Guru PAI Kota Makassar, Mengantar Syahruddin Usman Raih Gelar Doktor
04 Mei 2010
Penulis: Latifah Ulfah
Facebook
Twitter
Linkedin
WA
UIN Online - Pascasarjana kembali menggelar sidang promosi doktor dengan promovendus Drs Syahruddin Usman, M Pd. Promosi berlangsung malam tadi, Senin (3/5) di ruang promosi pascasarjana, Kampus I, Gunungsari, Makassar. Syahruddin Usman mempertahankan disertasi dengan judul ?Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam pada SMAN dan SMKN di Kota Makassar (Study Analisis tentang Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Kinerja). Dihadapan tim penguji, dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini memaparkan, kinerja guru Pendidikan Agama Islam di Kota Makassar, pada umumnya berada pada kategori sedang, artinya guru PAI telah melaksanakan tugasnya, namun dalam menjalankan tugas dan profesinya sebagai guru, mereka belum maksimal. Syahruddin Usman mengemukakan faktor penghambat kinerja guru PAI di Kota Makassar, yaitu belum maksimalnya kepala sekolah dalam menjalankan perannya sebagai kepala sekolah, pengawas PAI belum professional dalam menjalankan tugas disebabkan pengawas PAI berasal dari pejabat struktural yang tidak berlatar belakang keguruan. Penyebab lain kata Syahruddin, rendahnya motivasi kerja guru PAI turut menyebabkan kinerja mereka tidak maksimal, dan rata-rata guru PAI di SMAN dan SMKN di Kota Makassar adalah perempuan, berusia 50 tahun ke atas, sehingga produktifitasnya mulai menurun, serta terdapat diantaranya sedang menghadapi masa pensiunnya, ujarnya. Selain faktor penghambat, dikemukakan pula faktor yang mendukung keberhasilan guru PAI pada SMAN dan SMKN di Kota Makassar, yakni dukungan kepemimpinan kepala sekolah, pengawas PAI, serta motivasi kerja guru, meskipun dukungan itu berada pada kategori sedang, artinya ketiga faktor itu mendukung kinerja guru agama, walaupun belum maksimal. Disertasi setebal 283 halaman itu, Syahruddin menawarkan strategi untuk meningkatkan kinerja guru PAI SMAN dan SMKN Kota Makassar, yakni dengan jalan meningkatkan kesejahteraan melalui sertfikasi, penegakan disiplin dan memberikan pujian dan penghargaan bagi guru yang berprestasi, serta memberdayakan pengawas untuk membantu memecahkan problem yang dihadapi guru PAI, tegasnya. Promovendus, Syahruddin Usman berhasil meraih gelar doktor dalam bidang pendidikan Islam setelah mempertahankan disertasinya dihadapan para tim penguji yang berjumlah 8 orang, selama kurang lebih dua jam lamanya. Promosi doktor dipimpin langsung Direktur Pascasarjana, Prof Dr Ahmad M Sewang MA, dengan tujuh penguji lainnya, Prof Dr Mappanganro MA, Prof Dr Muh Arif Tiro M Pd MSc Ph D, Prof Dr Nasir A Baki MA, Prof Dr Abd Rahman Getteng, Prof Dr ABd Karim Hafid MA, Prof Dr Bahaking Rama MA, dan Prof Dr Abdullah Dola MS. Dihadapan tim penguji dan undangan yang hadir, pria kelahiran Segeri, Kabupaten Pangkep ini dinyatakan lulus dengan yudisium amat baik, IPK 3,75. Syahruddin menjalani masa studi di Pascasarjana UIN dalam kurung waktu relatif singkat, yaitu 2 tahun 8 bulan dan 03 hari. Syahruddin merupakan alumni doktor ke 55, diminta untuk menyerahkan disertasi kepada pimpinan pascasarjana dan perpustakaan selambat-lambatnya, 3 juni 2010, setelah dilakukan perbaikan atas saran-saran tim penguji.
Kategori:
Berita dan Informasi Kampus
4.4K
Tags:
Guru Besar
222
Please enable JavaScript to view the
comments powered by Disqus.
Previous Post
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
Next Post
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur
Berita Terbaru
Berita Populer
Dosen BSA UIN Alauddin Juara I MTQ KORPRI Sulsel, Siap Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur
19 Juni 2026
Wisuda Angkatan 118, Rektor UIN Alauddin Berpesan: Jadilah Sarjana No Limit
19 Juni 2026
UIN Alauddin dan UIN Datokarama Palu Perkuat Kolaborasi Perpustakaan
19 Juni 2026
3 Makna Dasar Hidup Dalam Al-Quran
11 Agustus 2011
Tahun Akademik 2019/2020, Ini Jumlah Kuota Maba Setiap Prodi di UIN Alauddin
18 Februari 2019
Berikut ini Jalur Masuk UIN Alauddin Makassar T.A. 2019/2020
18 Februari 2019
Dosen Keperawatan UIN Alauddin Loloskan 23 Soal pada Try Out UKNI ke-XXX
02 Oktober 2024
Prof Abustani Kaji Kelompok Mutaqaddimah dan Mutaakhirin
26 Mei 2011
Lewati ke konten
Buka bilah alat
Alat AksesVisi
Fokus Lebih Jelas
Perbesar Teks
Perkecil Teks
Spasi Teks
Grayscale
Kontras Tinggi
Kontras Negatif
Latar Terang
Nonaktifkan Animasi
Tautan Garisbawah
Mudah Dibaca
Reset