Gambar Khatib Iduladha di Masjid Istiqlal, Rektor UIN Alauddin Serukan Spirit Kurban dan Kemanusiaan

Khatib Iduladha di Masjid Istiqlal, Rektor UIN Alauddin Serukan Spirit Kurban dan Kemanusiaan

UIN Alauddin Online - Spirit kurban tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ibadah, tetapi juga panggilan untuk merawat bumi dan memperkuat nilai kemanusiaan. Pesan itulah yang disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, saat dipercaya menjadi khatib Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Rabu, 27 Mei 2026.

Dalam khutbahnya yang bertajuk “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan” selaras dengan gagasan ekoteologi dan teologi cinta yang tengah digaungkan Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Hamdan mengajak umat Islam memaknai ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, spirit pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tidak hanya mengajarkan tentang keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang relevan dengan tantangan kehidupan saat ini.

Ia menekankan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan sesama manusia dan alam sebagai bagian dari amanah Tuhan.

Selain menyoroti isu kemanusiaan dan lingkungan, Prof. Hamdan turut mengajak jamaah untuk menjaga persaudaraan dan memperkuat sikap bijak dalam menghadapi arus informasi di era digital. Dalam khutbahnya, ia menyinggung pentingnya kesabaran dan kerendahan hati di tengah maraknya hoaks dan polarisasi sosial.


Dalam khutbah tersebut, Prof. Hamdan juga mengajak jamaah menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.

Pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal berlangsung khidmat dengan dihadiri jamaah dari berbagai daerah. Khutbah yang disampaikan Prof. Hamdan turut disaksikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar serta sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional.

Kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Hamdan sebagai khatib di masjid nasional terbesar di Indonesia itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika UIN Alauddin Makassar. Momentum tersebut sekaligus menunjukkan kontribusi akademisi kampus dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman yang moderat, humanis, dan relevan dengan isu-isu global.

Previous Post Cetak Kader Mubaligh Berdaya Saing, FDK UIN Alauddin Makassar Gelar Pelatihan Dai Profesional
Next Post Angkat Tema Ecotheology, FSH UIN Alauddin Gelar Konferensi Internasional ICoIFL dan ICoCIL 2026