Start typing & press "Enter" or "ESC" to close
Home
Profil
Pimpinan
Sejarah
Lambang
BLU
Visi Misi & Tujuan
Struktur Organisasi
Fasilitas Kampus
Peta Kampus
Fakultas
Syariah & Hukum
Ekonomi & Bisnis Islam
Tarbiyah & Keguruan
Ushuluddin & Filsafat
Dakwah & Komunikasi
Adab & Humaniora
Sains & Teknologi
Kedokteran & Ilmu Kesehatan
Program Pascasarjana
Lembaga
LEMBAGA
Penjaminan Mutu
Penelitian & Pengabdian Masyarakat
UPT
Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
Perpustakaan
Pusat Bahasa
Pusat Pengembangan Bisnis (P2B)
Satuan Pengawas Internal (SPI)
International Office (IO)
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
Character Building Program (CBP)
Carier Development Center (CDC)
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Unit Pengelola Zakat (UPZ)
Poliklinik Asy-Syifaa
Biro
Biro AUPK
Kepegawaian
Perencanaan
Keuangan
Biro AAKK
Akademik
Umum
Kemahasiswaan
Kerjasama
Sistem Informasi
Portal Mahasiswa Dan Dosen
Portal Alumni Dan Karir
Portal Kepegawaian/SDM
E-Kinerja
Pustipad Helpdesk
Sister
Kuliah di UIN
Penerimaan Mahasiswa Baru
Unit Kegiatan Mahasiswa
Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Agenda
🌐 ID
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇸🇦 Arabic
In Memoriam Prof. Muin Salim
05 Mei 2011
Penulis: Haidir Fitra Siagian, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin
Facebook
Twitter
Linkedin
WA
UIN Online
- Kembali civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berduka. Kali ini Guru Besar Ilmu Tafsir yang juga mantan rektor, Prof. Dr. H. Abdul Muin Salim, M.A. menghadap Sang Khalik dalam usia 66 tahun, di Makassar, Rabu, 4 Mei 2011, dini hari.
“Bagi saya beliau adalah ulama dan ilmuwan kharismatik. Sulit kita menemukan sosok seorang ulama seperti almarhum. Saya kenal almarhum karena merupakan teman dekat bapak saya, H. Yasin Limpo. Sebagai seorang kiyai dan tokoh masyarakat, sering saya berkonsultasi dengan almarhum. Bila saya mengalami suatu kegagalan, beliau mengatakan Allah akan membalasnya dengan yang lebih baik” demikian antara lain komentar Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, menjawab pertanyaan wartawan di rumah duka, BTN Tamarunang, Kec. Somba Opu, kemarin, tentang sosok almarhum.
Selain sebagai guru besar UIN Alauddin, almarhum juga adalah rektor Universitas Indonesia Timur sejak tahun 2002. Dalam bidang sosial, almarhum tercatat sebagai Ketua Dewan Syura KPPSI (Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam), Wakil Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia, dan Anggota Lajnah Tarjih Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Di samping itu, almarhum juga aktif membina pengajian bersama masyarakat di sekitar rumahnya.
Professor yang sangat sederhana, kata Anwar Abd. Rahman, dosen Fakultas Adab dan Humaniora. Dilihat dari rumahnya, sulit rasanya percaya ada seorang guru besar, mantan rektor, memiliki rumah yang beberapa bagian plafonnya sudah rusak. Rumah sudah tampak tua berada di perkampungan, jauh dari kawasan kota. Menurut Anwar, dia pernah jadi stafnya ketika almarhum menjabat Pembantu Rektor I sekitar tahun 1996, kesan sederhana dan ramah sudah tampak dari almarhum. “Saya diajari komputer dan sering dibawakan makanan”, kenang Anwar.
Sementara itu bagi Dr. Arifuddin, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi punya kesan sendiri. Ketika mengajar pada program magister, almarhum memindahkan jadwal mengajar ke sore hari jelang magrib. Setelah shalat magrib, almarhum bertanya berapa jumlah mahasiswa, lalu menyuruh stafnya membelikan nasi bungkus untuk para mahasiswa dengan uangnya sendiri. Setelah selesai makan bersama, lalu dilanjutkan perkuliahan. Hal ini dilakukan karena pemindahan jadwal kuliah atas permintaan almarhum, sebagai “ganti rugi” kepada mahasiswa yang rela menunggu lebih lama.
Sedangkan bagi Dra. Hj. Rahmawati, M.Pd, punya kenangan yang sangat berharga dengan amarhum. Menurutnya, ketika penerimaan dosen di UIN (dulu IAIN) sekitar awal tahun 1990-an, dia tidak lulus. Almarhum memanggilnya dan menanyakan kenapa tidak lulus. “Saya tidak ada yang merekomendir”, kata Rahmawati. Almarhum mengatakan; “Kamu wisudawan terbaik, jadi tidak perlu direkomendir”. Setelah dengan berbagai proses, almarhum mengupayakan supaya jatah dosen IAIN ditambah dengan memasukkan namanya tanpa mengorbankan calon yang lain.
Saya sendiri mengenal almarhum tahun 2005 menjelang Musyawarah Wilayah Muhammadiyah ke-37 di Parepare. Saya membawakan blangko kesediaan untuk dicalonkan sebagai pengurus Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Namun almarhum mengembalikan blangko tersebut dengan pernyataan tidak bersedia. “Saya akan membantu Muhammadiyah walaupun saya bukan pengurusnya”, kata almarhum saat itu. Benar saja, dalam berbagai kesempatan almarhum sering menjadi narasumber jika ada kegiatan Muhammadiyah, dan terakhir tercatat sebagai anggota Lajnah Tarjih, bidang yang membahas masalah-masalah hukum agama Islam.
Sosok kesederhanaan almarhum dan kedekatannya dengan umat terlihat dari antusiasnya warga melayat ke rumah duku. Tampak rektor UIN, Prof. Dr. H. Abdul Qadir Gassing, MS, Ketua MUI Sulsel, Prof. Muhammad Ghalib, Guru Besar Fisipol Unhas, Prof. Tahir Kasnawi dan seluruh pejabat dalam lingkup UIN Alauddin dan UIT Makassar. Tampak pula datang melayat istri Gubernur Sulsel, drg. Hj. Ayunsri SYL Harahap beberapa saat setelah gubernur meningglkan rumah duka. Shalat jenazah diadakan di masjid samping rumah almarhum dipimpin oleh Drs. K.H. Dahlan Yusuf, Wakil Ketua Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Almarhum dikebumikan di Pemakaman Islam Pattalassang Kabupaten Gowa. Semoga Allah memberikan tempat yang layak di sisi-Nya. Amien.
Kategori:
Berita dan Informasi Kampus
4.4K
Tags:
Kemahasiswaan
1.5K
Wisuda
294
Dekan
320
Please enable JavaScript to view the
comments powered by Disqus.
Previous Post
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
Next Post
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur
Berita Terbaru
Berita Populer
Dosen BSA UIN Alauddin Juara I MTQ KORPRI Sulsel, Siap Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur
19 Juni 2026
Wisuda Angkatan 118, Rektor UIN Alauddin Berpesan: Jadilah Sarjana No Limit
19 Juni 2026
UIN Alauddin dan UIN Datokarama Palu Perkuat Kolaborasi Perpustakaan
19 Juni 2026
3 Makna Dasar Hidup Dalam Al-Quran
11 Agustus 2011
Tahun Akademik 2019/2020, Ini Jumlah Kuota Maba Setiap Prodi di UIN Alauddin
18 Februari 2019
Berikut ini Jalur Masuk UIN Alauddin Makassar T.A. 2019/2020
18 Februari 2019
Dosen Keperawatan UIN Alauddin Loloskan 23 Soal pada Try Out UKNI ke-XXX
02 Oktober 2024
Prof Abustani Kaji Kelompok Mutaqaddimah dan Mutaakhirin
26 Mei 2011
Lewati ke konten
Buka bilah alat
Alat AksesVisi
Fokus Lebih Jelas
Perbesar Teks
Perkecil Teks
Spasi Teks
Grayscale
Kontras Tinggi
Kontras Negatif
Latar Terang
Nonaktifkan Animasi
Tautan Garisbawah
Mudah Dibaca
Reset