FUF UIN Alauddin Gandeng BRIN Kembangkan Riset Ekospiritualisme Berbasis Kearifan Lokal
UIN Alauddin Online—Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Seminar Nasional bertajuk Ekospiritualisme Berbasis Kearifan Lokal, di Sultan Alauddin Hotel & Convention, Makassar, Rabu–Kamis (4–5/11/2026).
Seminar tersebut menghadirkan Dekan FUF UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaemin, M.Th.I., M.Ed., dan Kepala Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban BRIN, Dr. Wuri Handoko, S.S., M.Si sebagai keynote speaker dan empat narasumber seminar, yakni Guru Besar FUF UIN Alauddin, Prof. Dr. Saleh Tajuddin, M.A., Ph.D. bersama tiga peneliti BRIN, Dr. Syamsurijal, M.Si., Rismawidiati, M.Si., dan Muh. Irfan Syuhudi, M.Si.
Dalam pemaparannya, Prof. Muhaemin menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknologi dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan perspektif spiritual dan kearifan lokal. Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan harus tumbuh dari pemahaman bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual terhadap alam.
“Persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi dan kebijakan. Kita juga membutuhkan pendekatan spiritual dan kearifan lokal yang mampu membangun kesadaran manusia tentang tanggung jawabnya dalam menjaga alam,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, FUF UIN Alauddin berupaya mengembangkan kajian keislaman yang responsif terhadap persoalan kontemporer, termasuk krisis lingkungan. Nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal perlu dihadirkan sebagai landasan membangun kesadaran ekologis masyarakat.
Karena itu, kolaborasi dengan BRIN dinilai menjadi peluang strategis untuk memperkuat penelitian interdisipliner sekaligus memperluas kontribusi akademik fakultas dalam menjawab persoalan masyarakat.
“Ekospiritualisme mengajak kita melihat bahwa hubungan manusia dengan lingkungan bukan sekadar hubungan pemanfaatan sumber daya, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan spiritual,” tandasnya.
Sementara itu, Dr. Wuri Handoko menyoroti pentingnya kearifan lokal sebagai sumber pengetahuan yang dapat berkontribusi terhadap penguatan kesadaran ekologis. Tradisi dan praktik masyarakat, menurutnya, menyimpan nilai-nilai yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam.
“Kearifan lokal merupakan khazanah pengetahuan masyarakat yang memiliki nilai penting dalam membangun kesadaran ekologis. Di dalamnya terdapat praktik, tradisi, dan nilai-nilai yang mengajarkan bagaimana manusia menjaga keseimbangan dengan alam,” jelasnya.
Ia mendorong agar pengetahuan tersebut perlu didokumentasikan, dikaji secara ilmiah, dan dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan lingkungan saat ini.
Dr. Wuri juga memandang kolaborasi BRIN dengan perguruan tinggi sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem penelitian nasional. Sinergi sumber daya akademik perguruan tinggi dan kapasitas riset BRIN diharapkan mampu menghasilkan kajian yang lebih komprehensif serta berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan ini, FUF UIN Alauddin Makassar berharap kemitraan dengan BRIN tidak berhenti pada penyelenggaraan forum ilmiah, tetapi berkembang menjadi kerja sama riset yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan kontribusi akademik yang relevan dalam menjawab persoalan sosial, keagamaan, dan lingkungan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan pengetahuan berbasis kearifan lokal.