UIN Alauddin Online - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan dan Bank Sulselbar menyelenggarakan kegiatan National Halal Fair dengan mengangkat tema “Halal Lifestyle: Skena Syariah Ketika Kopi, Fesyen, dan Prinsip Tanpa Riba Bertemu”.
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 pukul 08.30 WITA di Aula FEBI UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai konsep gaya hidup halal (halal lifestyle) yang tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi juga mencakup berbagai sektor seperti industri kopi, fesyen muslim, serta praktik keuangan yang bebas dari riba dan sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Alauddin Makassar, Amiruddin K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperkuat peran akademisi dan praktisi dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya penerapan halal lifestyle dalam berbagai aspek kehidupan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya halal lifestyle yang dapat diterapkan dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari makanan, fesyen, hingga implementasi nilai-nilai keuangan syariah. Ekosistem ini perlu dibangun untuk menggerakkan ekonomi syariah agar terus bertumbuh,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan keuangan syariah, yaitu Faisal Riza Basalamah, Direktur Infrastruktur dan Ekosistem Syariah KDEKS Sulawesi Selatan; Amiruddin K., Dekan FEBI UIN Alauddin Makassar; serta Supriadi Hamid, Sekretaris Jurusan Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar.
Melalui diskusi tersebut, para narasumber membahas berbagai tantangan dalam penerapan gaya hidup halal di tengah masyarakat, termasuk perubahan gaya hidup yang dipengaruhi oleh perkembangan informasi yang sangat cepat. Kondisi tersebut turut memengaruhi pola konsumsi dan kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya pembangunan infrastruktur dan ekosistem yang mampu mendukung pengembangan industri halal. Kolaborasi antara sektor makanan halal, fesyen muslim, serta praktik keuangan syariah dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Selain menjadi ruang diskusi ilmiah, National Halal Fair juga diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, praktisi, pelaku industri halal, serta mahasiswa untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya halal lifestyle semakin meningkat serta mampu mendorong lahirnya inovasi dan peluang usaha berbasis nilai-nilai syariah.
Alat AksesVisi