Gambar Dosen Muda UIN Alauddin Dipercaya Jadi Reviewer Jurnal Internasional Bereputasi Scopus Q1

Dosen Muda UIN Alauddin Dipercaya Jadi Reviewer Jurnal Internasional Bereputasi Scopus Q1

UIN Alauddin Online — Komitmen UIN Alauddin Makassar dalam mendorong kualitas akademik dan publikasi ilmiah internasional kembali membuahkan hasil. Salah satu dosen mudanya, Ahmad Anshari, dipercaya menjadi reviewer pada jurnal internasional bereputasi The International Review of Research in Open and Distributed Learning (IRRODL), jurnal terindeks Scopus Q1 yang fokus pada bidang pendidikan dan e-learning.

Penunjukan tersebut menjadi capaian membanggakan sekaligus bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik dosen UIN Alauddin Makassar di tingkat global, khususnya dalam pengembangan riset pendidikan dan pembelajaran digital.

Saat dikonfirmasi, Ahmad menjelaskan bahwa kesempatan tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dari konsistensi dalam publikasi ilmiah dan keterlibatan aktif pada berbagai forum akademik internasional.

“Kepercayaan ini berawal dari rekam jejak publikasi ilmiah yang konsisten serta keterlibatan dalam beberapa forum akademik internasional,” ujarnya, Senin, 25 Mei 2026.

Ia menuturkan, profil akademiknya yang tercantum dalam ORCID ID, termasuk aktivitas sebagai penulis dan peneliti, menjadi salah satu pertimbangan Editor in Chief IRRODL dalam memberikan undangan resmi sebagai reviewer.


Menurut Ahmad, penunjukan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar karena reviewer memiliki peran penting dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah internasional.

“Tentu menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Di satu sisi ini bentuk apresiasi terhadap kompetensi akademik, namun di sisi lain juga menjadi amanah besar karena harus menjaga kualitas penilaian terhadap karya ilmiah orang lain,” katanya.

Sebagai reviewer, Ahmad bertugas melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek artikel ilmiah, mulai dari kualitas metodologi penelitian, kebaruan riset (novelty), kontribusi keilmuan, hingga kekuatan argumentasi dan analisis yang disajikan penulis.

Ia mengakui, tantangan terbesar dalam proses review adalah menjaga objektivitas penilaian sekaligus memastikan setiap artikel memenuhi standar ilmiah internasional.

“Reviewer memastikan setiap artikel yang diterbitkan telah melalui evaluasi ilmiah yang ketat sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” tambahnya.

Dosen kelahiran Bima, 12 Desember 1994 itu juga menilai, capaian tersebut menjadi bukti bahwa akademisi dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di level global apabila dibarengi dengan kerja keras, konsistensi, dan jejaring akademik yang kuat.

Selain berdampak pada pengembangan kapasitas pribadi, penunjukan tersebut turut memperkuat reputasi akademik UIN Alauddin Makassar di tingkat internasional.

“Penunjukan ini dapat dipandang sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas dan kualitas akademik dosen UIN Alauddin Makassar, sekaligus meningkatkan reputasi institusi di tingkat internasional,” tuturnya.

Melalui pengalaman tersebut, Ahmad berharap dosen maupun mahasiswa terus aktif menulis, meneliti, dan membangun kolaborasi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Teruslah aktif menulis, meneliti, dan membangun jejaring akademik, baik nasional maupun internasional. Jangan ragu mempublikasikan karya di jurnal internasional karena konsistensi dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci untuk bisa bersaing di level global. If there is a will, there is a way,” pungkasnya.

Previous Post Khatib Iduladha di Masjid Istiqlal, Rektor UIN Alauddin Serukan Spirit Kurban dan Kemanusiaan
Next Post Cetak Kader Mubaligh Berdaya Saing, FDK UIN Alauddin Makassar Gelar Pelatihan Dai Profesional