Gambar Mahasiswa BSA UIN Alauddin Makassar Juarai KTIQ MTQ I Papua Tengah

Mahasiswa BSA UIN Alauddin Makassar Juarai KTIQ MTQ I Papua Tengah

UIN Alauddin Online – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar. Ahmad Ridho Al-Munajjid, mahasiswa semester VI, berhasil meraih Juara I Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) I Tingkat Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Kabupaten Mimika, 13–16 Juli 2026.

Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Dr. H. Baso Pallawagau, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Ahmad Ridho menjadi kebanggaan bagi program studi, fakultas, sekaligus UIN Alauddin Makassar.

"Semoga keberhasilan Ahmad Ridho ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk semakin aktif mengembangkan kemampuan akademik, memperkuat budaya riset, dan berani berkompetisi di berbagai ajang ilmiah maupun keagamaan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional," ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan akademik di Prodi Bahasa dan Sastra Arab tidak hanya berorientasi pada penguasaan disiplin ilmu, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang relevan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ahmad Ridho Al-Munajjid mengaku bersyukur atas prestasi yang diraihnya. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan buah dari proses belajar yang panjang, bimbingan para dosen, serta doa dan dukungan keluarga maupun rekan-rekannya.

"Prestasi ini bukan semata-mata hasil usaha saya sendiri, tetapi berkat bimbingan para dosen, dukungan orang tua, serta teman-teman yang selalu memberikan semangat," ungkapnya.

Ia berharap keberhasilannya dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk aktif menulis dan mengikuti berbagai kompetisi ilmiah.

"Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa agar tidak ragu mengikuti berbagai perlombaan. Jadikan setiap kompetisi sebagai ruang belajar, bukan sekadar mengejar juara. Teruslah membaca, meneliti, dan berkarya karena setiap proses akan membawa pengalaman yang sangat berharga," tuturnya.

Ajang MTQ tidak hanya menjadi media syiar Al-Qur'an, tetapi juga ruang tumbuhnya gagasan intelektual generasi muda. Melalui cabang KTIQ, peserta ditantang berpikir kritis, kreatif, dan solutif dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai landasan dalam merumuskan alternatif penyelesaian berbagai persoalan sosial.

Prestasi yang diraih Ahmad Ridho menegaskan kemampuan mahasiswa BSA UIN Alauddin Makassar tidak hanya dalam penguasaan bahasa Arab dan kajian keislaman, tetapi juga dalam menghasilkan karya ilmiah yang inovatif dan berdaya guna. Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen UIN Alauddin Makassar dalam mendorong lahirnya generasi akademisi yang unggul, kompetitif, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Previous Post Pelepasan Purna Bakti Prof. Musafir Pababbari Jadi Ruang Merawat Jejak Kepemimpinan UIN Alauddin
Next Post Kemenag Hadirkan AMAN, Permudah Pelaporan Dugaan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan