Pelepasan Purna Bakti Prof. Musafir Pababbari Jadi Ruang Merawat Jejak Kepemimpinan UIN Alauddin
UIN Alauddin Online – Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai kegiatan Pelepasan Purna Bakti yang dirangkaikan dengan bedah buku Merawat Jejak, Merajut Makna: Catatan atas Waktu dan Pengabdian Prof. Dr. H. Musafir Pababbari, M.Si., Rabu (22/7/2026), di Alauddin Hotel & Convention Makassar. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang sekaligus merawat warisan pemikiran dan kepemimpinan Prof. Musafir Pababbari sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2015–2019.
Kegiatan dihadiri sivitas akademika, para guru besar, tenaga kependidikan, alumni UIN Alauddin Makassar, serta sejumlah tokoh publik. Selain menjadi bentuk penghormatan atas berakhirnya masa pengabdian Prof. Musafir sebagai aparatur sipil negara, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran dan bedah buku yang mengulas perjalanan hidup, gagasan, serta kontribusinya dalam membangun UIN Alauddin Makassar.
Buku tersebut merekam perjalanan hidup, pemikiran, dan kontribusi Prof. Musafir dalam memimpin transformasi kelembagaan kampus selama menjabat sebagai rektor pada periode 2015–2019. Kehadirannya diharapkan menjadi sumber inspirasi sekaligus referensi bagi generasi penerus dalam melanjutkan pembangunan perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa penghormatan kepada seorang pemimpin tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui upaya mendokumentasikan gagasan dan jejak pengabdiannya agar tetap hidup dalam memori institusi.
"Purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian. Justru di titik inilah warisan pemikiran dan keteladanan menjadi milik bersama. Buku biografi Prof. Musafir adalah ikhtiar merawat memori institusi agar perjalanan UIN Alauddin tidak kehilangan jejak, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus membangun kampus ini dengan integritas dan visi yang jauh ke depan," ujar Hamdan.
Menurutnya, setiap periode kepemimpinan memiliki kontribusi yang saling melengkapi dalam perjalanan panjang UIN Alauddin Makassar. Karena itu, tradisi mendokumentasikan sejarah dan gagasan para pemimpin menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang menghargai karya dan pengabdian.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaemin, M.Th.I., M.Ed., menilai penerbitan buku tersebut merupakan bentuk penghormatan akademik kepada sosok yang telah memberi arah bagi perkembangan UIN Alauddin Makassar.
"Jejak kepemimpinan Prof. Musafir adalah bagian dari sejarah intelektual UIN Alauddin Makassar. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mewariskan nilai, keteladanan, dan rekam jejak kepemimpinan yang menjadi fondasi bagi kemajuan institusi di masa depan," ujarnya.
Bedah buku menghadirkan Prof. Dr. Abd. Mujib, M.Ag., M.Si., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Dr. Syarifuddin Jurdi, M.Si., dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, sebagai narasumber. Keduanya mengulas berbagai aspek kepemimpinan Prof. Musafir, mulai dari komitmennya dalam pengembangan akademik, penguatan tata kelola universitas, hingga perluasan jejaring kerja sama yang menjadi fondasi bagi perkembangan UIN Alauddin Makassar pada periode-periode berikutnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Alauddin Makassar tidak hanya memberikan penghormatan atas berakhirnya masa pengabdian Prof. Musafir Pababbari, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk merawat memori institusi, mendokumentasikan gagasan para pemimpin, dan mewariskan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi penerus sebagai bagian dari perjalanan panjang universitas.