Start typing & press "Enter" or "ESC" to close
Home
Profil
Pimpinan
Sejarah
Lambang
BLU
Visi Misi & Tujuan
Struktur Organisasi
Fasilitas Kampus
Peta Kampus
Fakultas
Syariah & Hukum
Ekonomi & Bisnis Islam
Tarbiyah & Keguruan
Ushuluddin & Filsafat
Dakwah & Komunikasi
Adab & Humaniora
Sains & Teknologi
Kedokteran & Ilmu Kesehatan
Program Pascasarjana
Lembaga
LEMBAGA
Penjaminan Mutu
Penelitian & Pengabdian Masyarakat
UPT
Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
Perpustakaan
Pusat Bahasa
Pusat Pengembangan Bisnis (P2B)
Satuan Pengawas Internal (SPI)
International Office (IO)
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
Character Building Program (CBP)
Carier Development Center (CDC)
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Unit Pengelola Zakat (UPZ)
Poliklinik Asy-Syifaa
Biro
Biro AUPK
Kepegawaian
Perencanaan
Keuangan
Biro AAKK
Akademik
Umum
Kemahasiswaan
Kerjasama
Sistem Informasi
Portal Mahasiswa Dan Dosen
Portal Alumni Dan Karir
Portal Kepegawaian/SDM
E-Kinerja
Pustipad Helpdesk
Sister
Kuliah di UIN
Penerimaan Mahasiswa Baru
Unit Kegiatan Mahasiswa
Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Agenda
🌐 ID
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇸🇦 Arabic
Dosen Kesmas Ikuti Workshop Penanganan Stunting
09 Maret 2019
Penulis: Andriani
Facebook
Twitter
Linkedin
WA
UIN Online - Syamsul Alam,
S.KM
.,M.Kes., Dosen jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) mengikuti kegiatan Workshop PJT Provinsi Riset Studi Kasus Gizi Balita (SSKBI) di Hotel Royal, Padjajaran, Kab Bogor. Senin-kamis (04-07/03/2019)
Kegiatan workshop yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Upaya Kesehatan Masyarakat (Pusat 3 Puslitbangkes Kemkes RI) bertujuan agar adanya kesepahaman/persamaan persepsi terhadap materi pelaksanaan SSGBI diantara tim trainer yang nantinya akan menjadi pelatih pada training center enumerator pada setiap provinsi.
Syamsul Alam yang juga merupakan mantan Ketua BEM FKIK mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti ini agar penelitiannya tentang riset gizi nanti bisa mendapatkan gambaran prevalensi status gizi berdasarkan pengukuran antropometri di tingkat kabupaten/kota.
Jadi kegiatan ini nantinya bisa membantu memberikan prevalensi gizi dari setiap kota/kabupaten untuk bisa menanggulangi permasalah gizi terutama stunting, ucapnya.
Selain itu, dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bahwa kegiatan ini bertujuan agar ikut mampu menangani masalah Stunting yang ada di Indonesia.
Masalah kesehatan masyarakat dengan pendekatan perbaikan gizi yakni stunting. Prevalensi balita stunting turun dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada tahun 2018. Prevalensi baduta stunting juga mengalami penurunan dari 32,8 persen tahun 2013 menjadi 29,9 persen pada tahun 2018. Namun demikian, tantangan percepatan penurunan stunting masih cukup besar sehingga hal ini perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, masyarakat umum, dan lainnya, ujarnya.
Kategori:
Pendidikan dan Pengajaran
2K
Tags:
Workshop
480
Please enable JavaScript to view the
comments powered by Disqus.
Previous Post
HIMASKI UIN Alauddin Gelar Jelajah Sejarah di Kawasan Adat Onto Bantaeng
Next Post
Dosen BSA UIN Alauddin Juara I MTQ KORPRI Sulsel, Siap Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
Berita Terbaru
Berita Populer
HIMASKI UIN Alauddin Gelar Jelajah Sejarah di Kawasan Adat Onto Bantaeng
20 Juni 2026
Dosen BSA UIN Alauddin Juara I MTQ KORPRI Sulsel, Siap Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur
19 Juni 2026
Wisuda Angkatan 118, Rektor UIN Alauddin Berpesan: Jadilah Sarjana No Limit
19 Juni 2026
3 Makna Dasar Hidup Dalam Al-Quran
11 Agustus 2011
Tahun Akademik 2019/2020, Ini Jumlah Kuota Maba Setiap Prodi di UIN Alauddin
18 Februari 2019
Berikut ini Jalur Masuk UIN Alauddin Makassar T.A. 2019/2020
18 Februari 2019
Dosen Keperawatan UIN Alauddin Loloskan 23 Soal pada Try Out UKNI ke-XXX
02 Oktober 2024
Prof Abustani Kaji Kelompok Mutaqaddimah dan Mutaakhirin
26 Mei 2011
Lewati ke konten
Buka bilah alat
Alat AksesVisi
Fokus Lebih Jelas
Perbesar Teks
Perkecil Teks
Spasi Teks
Grayscale
Kontras Tinggi
Kontras Negatif
Latar Terang
Nonaktifkan Animasi
Tautan Garisbawah
Mudah Dibaca
Reset