Start typing & press "Enter" or "ESC" to close
Home
Profil
Pimpinan
Sejarah
Lambang
BLU
Visi Misi & Tujuan
Struktur Organisasi
Fasilitas Kampus
Peta Kampus
Fakultas
Syariah & Hukum
Ekonomi & Bisnis Islam
Tarbiyah & Keguruan
Ushuluddin & Filsafat
Dakwah & Komunikasi
Adab & Humaniora
Sains & Teknologi
Kedokteran & Ilmu Kesehatan
Program Pascasarjana
Lembaga
LEMBAGA
Penjaminan Mutu
Penelitian & Pengabdian Masyarakat
UPT
Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
Perpustakaan
Pusat Bahasa
Pusat Pengembangan Bisnis (P2B)
Satuan Pengawas Internal (SPI)
International Office (IO)
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
Character Building Program (CBP)
Carier Development Center (CDC)
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Unit Pengelola Zakat (UPZ)
Poliklinik Asy-Syifaa
Biro
Biro AUPK
Kepegawaian
Perencanaan
Keuangan
Biro AAKK
Akademik
Umum
Kemahasiswaan
Kerjasama
Sistem Informasi
Portal Mahasiswa Dan Dosen
Portal Alumni Dan Karir
Portal Kepegawaian/SDM
E-Kinerja
Pustipad Helpdesk
Sister
Kuliah di UIN
Penerimaan Mahasiswa Baru
Unit Kegiatan Mahasiswa
Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Agenda
🌐 ID
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇸🇦 Arabic
Dekan FDK Resmi Menyandang Status Guru Besar
11 Oktober 2018
Penulis: Andriani
Facebook
Twitter
Linkedin
WA
UIN Online – Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar Abd Rasyid Masri resmi menjadi guru besar. Ia menerima Surat Keputusan (SK) dengan predikat SK terbit tercepat se-UIN Alauddin Makassar.
SK tersebut diterbitkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) pada tanggal 1 September 2018. Namun, telah diterima sejak 5 Oktober 2018. Maka secara administratif, akademisi kelahiran 27 Agustus 1969 itu resmi menyandang gelar profesor.
Rasyid mengatakan SK yang diterima terbit hanya dalam kurun waktu lima bulan.
SK yang diberikan kepada saya berlaku sejak 1 september 2018, kemudian penandatanganan pada 18 september 2018, dan barulah pada 5 oktober 2018 saya ke kantor Kementerian Ristekdikti untuk menerima SK ini, bebernya. Senin (8/10/2018)
Rasyid berharap, dengan status guru besar atau profesor itu, dirinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya sivitas akademika Uin Alauddin dalam mengembangkan keilmuan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dengan ilmu yang saya peroleh ini semoga selalu menginspirasi orang lain, bisa terus berkarya, dan yang terpenting bagaimana saya mengabdikan ilmu yg dimiliki agar menjadi teladan bagi banyak orang, tandas Rasyid Masri.
Kategori:
Berita dan Informasi Kampus
4.4K
Tags:
Guru Besar
222
Please enable JavaScript to view the
comments powered by Disqus.
Previous Post
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
Next Post
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur
Berita Terbaru
Berita Populer
Dosen BSA UIN Alauddin Juara I MTQ KORPRI Sulsel, Siap Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Proses Penerbitan Surat Kabar di Harian Fajar
19 Juni 2026
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Dalami Industri Media di Tribun Timur
19 Juni 2026
Wisuda Angkatan 118, Rektor UIN Alauddin Berpesan: Jadilah Sarjana No Limit
19 Juni 2026
UIN Alauddin dan UIN Datokarama Palu Perkuat Kolaborasi Perpustakaan
19 Juni 2026
3 Makna Dasar Hidup Dalam Al-Quran
11 Agustus 2011
Tahun Akademik 2019/2020, Ini Jumlah Kuota Maba Setiap Prodi di UIN Alauddin
18 Februari 2019
Berikut ini Jalur Masuk UIN Alauddin Makassar T.A. 2019/2020
18 Februari 2019
Dosen Keperawatan UIN Alauddin Loloskan 23 Soal pada Try Out UKNI ke-XXX
02 Oktober 2024
Prof Abustani Kaji Kelompok Mutaqaddimah dan Mutaakhirin
26 Mei 2011
Lewati ke konten
Buka bilah alat
Alat AksesVisi
Fokus Lebih Jelas
Perbesar Teks
Perkecil Teks
Spasi Teks
Grayscale
Kontras Tinggi
Kontras Negatif
Latar Terang
Nonaktifkan Animasi
Tautan Garisbawah
Mudah Dibaca
Reset