UIN Alauddin Online — Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sukses menggelar Pelatihan Dai Profesional bertajuk 'Penguatan Kompetensi Dai Profesional dalam Menjawab Tantangan Dakwah Kontemporer'. Kegiatan yang diinisiasi oleh Laboratorium Dakwah (LABDA) ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 13–15 Mei 2026, bertempat di Pusdiklat Unismuh Bollangi, Kabupaten Gowa.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FDK UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag., M.Pd., M.Si., MM. Melalui pelatihan ini, FDK berkomitmen kuat untuk mencetak kader mubaligh atau dai profesional yang tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan taktis dan daya saing tinggi saat terjun langsung di tengah masyarakat.
Ketua LABDA UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Mahmuddin, M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan (skill) berdakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Guna mencapai target tersebut, pihak panitia menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang mengupas tuntas strategi dakwah modern.
Salah satu pemateri, Andi Hadi Ibrahim Baso, SS., MA., yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) wilayah Sulawesi Selatan, membawakan materi mendalam berjudul 'Transformasi Dai Profesional (Membangun Dakwah Berbasis Kompetensi di Era Digital)'. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kesiapan mental-spiritual dan penguasaan teknologi.
"Dakwah adalah perjalanan mengintegrasikan kedalaman spiritual dengan kecanggihan teknis," ujar Andi Hadi Ibrahim Baso saat memaparkan materi kepada para peserta.
Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya, Arum Spink, S.HI., memaparkan materi bertema 'Upgrade Dai: Dari Mimbar ke Media Digital'. Arum menggarisbawahi pentingnya mengubah paradigma dakwah tradisional (monolog) menjadi lebih interaktif di media sosial, memahami algoritma, serta menguasai teknik pembuatan konten kreatif agar pesan-pesan kebaikan dapat merebut perhatian generasi muda di ruang siber.
Selain itu, hadir pula Dr. H. Ramli, S.Sos.I., M.Sos.I., dosen dari Universitas Muhammadiyah Makassar, yang mengusung materi 'Dai Go Digital: Dakwah Kuat, Ummat Hebat'. Ia membedah hubungan integratif antara landasan nilai Al-Qur’an dan Hadits dengan teori komunikasi persuasif untuk menghasilkan dakwah yang membawa dampak nyata bagi perubahan sosial.
Pelatihan ini pun mendapat respons yang sangat positif dari para peserta. Uswatun Khasanah, mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2025, menuturkan bahwa pelatihan ini menjadi wadah pembelajaran yang luar biasa bagi dirinya.
Ia mengaku sangat senang dan merasa terbantu karena pelatihan ini benar-benar mengajarkan metode penyampaian materi yang baik. Menurutnya, seorang dai masa kini tidak boleh hanya berfokus pada kedalaman materi saja, melainkan juga harus tahu bagaimana cara mengemas dan menyampaikannya agar pesan tersebut mudah diterima oleh khalayak luas.
Alat AksesVisi