Gambar Bangun Kampus Ramah Disabilitas, UIN Alauddin Gelar Sosialisasi PLD

Bangun Kampus Ramah Disabilitas, UIN Alauddin Gelar Sosialisasi PLD

UIN Alauddin Online - UIN Alauddin Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan aksesibel melalui Sosialisasi Pusat Layanan Disabilitas (PLD) yang berlangsung di Ruang Senat Fakultas Adab dan Humaniora pada Selasa, 20 Mei 2025.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya aksesibilitas, penyediaan akomodasi yang layak, serta penguatan layanan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa disabilitas. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam mendukung optimalisasi peran Pusat Layanan Disabilitas di lingkungan UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Prof. Dr. H. Barsihannor, M.Ag., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa diskriminasi.

Menurutnya, kampus inklusif tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas fisik yang memadai, tetapi juga melalui pembangunan budaya akademik yang menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan.


Senada dengan hal tersebut, Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I., menyampaikan bahwa penguatan layanan bagi mahasiswa disabilitas memerlukan dukungan dan kolaborasi lintas unit di lingkungan universitas.

“Layanan inklusif merupakan bagian penting dalam mewujudkan lingkungan akademik yang humanis, aksesibel, dan berkeadilan,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan berbagai perspektif mengenai penguatan sistem layanan inklusif di perguruan tinggi. Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep., membawakan materi bertajuk Urgensi Aksesibilitas dan Akomodasi yang Layak bagi Mahasiswa Difabel melalui Pusat Layanan Disabilitas. Ia menjelaskan bahwa aksesibilitas tidak hanya berkaitan dengan sarana fisik, tetapi juga mencakup dukungan akademik, komunikasi, teknologi pembelajaran, serta aspek psikososial yang menunjang keberhasilan studi mahasiswa.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Eka Damayanti, S.Psi., M.A., mengenai Layanan Pendidikan Inklusif oleh Pusat Layanan Disabilitas. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sistem pembelajaran yang adaptif dan responsif agar setiap mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhan dan karakteristiknya.

Sementara itu, Sandra Dewi Dahlan, S.Pd., M.A., membahas Layanan Karir Inklusif oleh Pusat Layanan Disabilitas. Ia menjelaskan bahwa layanan karir perlu diarahkan pada penguatan kapasitas mahasiswa, pendampingan karir, perluasan jejaring, serta peningkatan akses terhadap peluang kerja yang setara bagi mahasiswa dan lulusan disabilitas.

Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai masukan dan pandangan yang muncul menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif serta memastikan terpenuhinya hak-hak mahasiswa disabilitas secara berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat implementasi layanan inklusif dan mengoptimalkan peran Pusat Layanan Disabilitas sebagai pusat pelayanan, pendampingan, serta advokasi bagi mahasiswa disabilitas.

"Kampus inklusif tidak hanya berbicara mengenai akses, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang memberikan penghargaan, penerimaan, dan kesempatan yang sama bagi setiap individu."

Previous Post Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas, UIN Alauddin Makassar Bangun Aksesibilitas di Gedung Rektorat
Next Post Waisak 2026, Menag Ajak Umat Buddha Perkuat Komitmen Menjaga Perdamaian Dunia