Gambar Yusawinur Barella Raih Doktor, Soroti Pentingnya Adaptasi Multikultural di Sekolah Dasar

Yusawinur Barella Raih Doktor, Soroti Pentingnya Adaptasi Multikultural di Sekolah Dasar

UIN Alauddin Online – Ketekunan dan dedikasi Yusawinur Barella akhirnya berbuah manis. Ia resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Selasa, 14 April 2026.

Dalam sidang tersebut, Yusawinur Barella mengangkat disertasi tentang implementasi adaptasi multikultural dalam mengembangkan karakter kebhinnekaan global peserta didik di Sekolah Dasar Swasta Pelita Cemerlang, Kota Pontianak.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi keberagaman di Kalimantan Barat yang memiliki kompleksitas etnis, agama, dan budaya. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, Yusawinur menggali data dari guru, kepala sekolah, hingga orang tua siswa guna memperoleh gambaran utuh mengenai praktik pendidikan multikultural di lingkungan sekolah.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa adaptasi multikultural dapat diterapkan secara sistematis melalui pelatihan tenaga pendidik serta integrasi materi berbasis budaya dalam kurikulum. Selain itu, berbagai program sekolah yang menonjolkan perayaan budaya dan hari besar keagamaan turut berkontribusi dalam menumbuhkan sikap saling menghormati antar peserta didik.


Meski demikian, Yusawinur juga mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam implementasi pendidikan multikultural, seperti keterbatasan pemahaman guru serta hambatan komunikasi antarbudaya di kalangan siswa.

Terlepas dari tantangan tersebut, penelitian ini membuktikan bahwa adaptasi multikultural mampu meningkatkan pemahaman, sikap toleransi, serta perilaku inklusif peserta didik. Karakter kebhinnekaan global dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial di masa depan.

Pencapaian akademik Yusawinur Barella terbilang gemilang. Ia menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 2 tahun 7 bulan 13 hari dengan indeks prestasi kumulatif 3,98. Nilai rata-rata semester yang diraih mencapai 4,0, sementara nilai ujian promosi sebesar 3,93, sehingga mengantarkannya meraih predikat Sangat Memuaskan sebagai Doktor ke-1631 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Di balik capaian tersebut, Yusawinur mengakui perjalanan akademiknya tidaklah mudah. Peran sebagai ibu rumah tangga, dosen, sekaligus mahasiswa menuntut kemampuan manajemen waktu dan ketekunan yang tinggi. Dedikasi untuk terus belajar menjadi kunci dalam menyelesaikan studi tepat waktu.

Usai sidang promosi, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk terus mengembangkan keilmuan yang dimiliki. Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model pendidikan multikultural di sekolah dasar, serta berkontribusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif di Indonesia.

Previous Post UIN Alauddin Makassar Siap Jadi Tuan Rumah KINMU V 2026
Next Post FKIK UIN Alauddin Bekali Dosen Metode Pengabdian Masyarakat