UIN Alauddin Online - UIN Alauddin Makassar kembali mencatatkan capaian internasional melalui salah satu wisudawan program doktoral (S3) yang berasal dari Brunei Darussalam, Anisa binti Alamsyah, dalam prosesi Wisuda Angkatan 117 yang digelar di Auditorium Kampus II Samata pada Rabu, 1 April 2026.
Anisa menempuh studi pada program pascasarjana dengan konsentrasi Sejarah Peradaban Islam. Ia mengungkapkan bahwa keputusannya memilih UIN Alauddin Makassar didasarkan pada reputasi para pakar sejarah Islam yang banyak bermukim di Makassar.
“Kalau ingin belajar sejarah Islam, disarankan ke Makassar, karena banyak pakar sejarah di sini,” ungkapnya.
Selama kurang lebih lima tahun menempuh pendidikan di Indonesia, Anisa mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter pribadi.
Menurutnya, pengalaman tinggal di lingkungan baru memberikan pelajaran penting tentang adaptasi, tanggung jawab, serta membawa nilai diri dan keluarga di tengah masyarakat yang berbeda.
“Ketika kita berpindah ke tempat asing, itu bukan hanya menguji intelektual, tetapi juga karakter kita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai toleransi yang ia pelajari selama berada di Indonesia. Keberagaman yang ada justru menjadi ruang pembelajaran untuk hidup berdampingan secara harmonis.
“Saya belajar bahwa perbedaan bukan sesuatu yang buruk, tetapi justru mengajarkan kita untuk bertoleransi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anisa menyampaikan bahwa pengalamannya menempuh pendidikan di Indonesia merupakan hal yang tidak tergantikan. Ia menilai Indonesia memiliki kekhasan tersendiri, baik dari sisi sejarah maupun praktik keislaman yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.
“Pengalaman memilih Indonesia dan tinggal di sini adalah sesuatu yang tidak bisa saya tukarkan dengan negara lain,” tuturnya.
Ke depan, Anisa berkomitmen untuk terus melanjutkan tradisi belajar dan riset, tanpa batasan usia maupun jenjang akademik.
“Saya sangat gemar belajar dan melakukan riset. Insya Allah, meskipun di usia lanjut, saya akan tetap melanjutkan studi di bidang lain,” ujarnya.
Sebagai penutup, ia memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya, khususnya dalam dunia akademik.
“Tulisan yang baik bukanlah tulisan yang sempurna, tetapi tulisan yang siap,” pungkasnya.
Alat AksesVisi