Prodi Magister KPI UIN Alauddin Dorong Santri Jadi Kreator Dakwah Digital
UIN Alauddin Online — Media sosial tak lagi sekadar menjadi ruang berbagi informasi dan hiburan. Di tangan generasi muda, platform digital juga dapat menjadi ruang dakwah untuk menyebarkan pesan keislaman secara lebih luas.
Peluang tersebut menjadi perhatian Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana UIN Alauddin Makassar melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Wustha Khadimul Ummah, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Rabu (12/8/2026).
Mengangkat tema “Pelatihan Penyusunan Pesan Tauhid Perhajian di Media Sosial”, kegiatan ini mengajak santri dan santriwati tidak hanya memahami pesan tauhid, tetapi juga belajar mengemasnya agar komunikatif dan relevan dengan karakter masyarakat digital.
Kaprodi Magister KPI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Kamaluddin Tajibu, M.Si., mengatakan perkembangan teknologi komunikasi perlu diikuti dengan kemampuan generasi muda dalam memproduksi konten keislaman yang berkualitas.
“Media sosial hari ini bukan hanya ruang untuk berbagi informasi, tetapi juga menjadi ruang dakwah yang sangat strategis. Karena itu, santri dan santriwati perlu dibekali kemampuan menyusun pesan tauhid yang tidak hanya benar secara substansi, tetapi juga tepat dalam cara penyampaiannya,” ujar Kamaluddin.
Menurutnya, keberhasilan komunikasi keislaman di ruang digital tidak hanya bergantung pada materi yang disampaikan. Cara menyusun pesan, mengenali karakter audiens, hingga memilih media yang tepat turut menentukan apakah pesan tersebut dapat diterima dengan baik.
“Pesan yang baik adalah pesan yang sampai kepada khalayak. Maka, kemampuan memahami siapa audiensnya, bagaimana karakter media yang digunakan, serta bagaimana memilih bahasa dan bentuk penyajian menjadi bagian penting dalam komunikasi Islam,” jelasnya.
Kamaluddin menegaskan, kegiatan PKM merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk membawa pengetahuan akademik agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin ilmu yang diperoleh di kampus tidak berhenti di ruang akademik. Dosen dan mahasiswa Magister KPI memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan kompetensi keilmuan tersebut di masyarakat, termasuk melalui penguatan literasi digital dan dakwah di kalangan santri,” katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut menjadi bekal awal bagi para santri untuk menghasilkan konten keagamaan yang santun, mencerahkan, dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini para santri tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi kreator pesan-pesan keislaman yang memberikan manfaat. Dengan begitu, media sosial dapat menjadi ruang untuk memperkuat nilai tauhid, membangun literasi keagamaan, sekaligus menghadirkan dakwah yang santun dan mencerdaskan,” pungkas Kamaluddin.
Kegiatan di Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Wustha Khadimul Ummah ini menjadi bagian dari kontribusi Magister KPI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, para santri dibekali pemahaman tentang cara memilih bahasa, menentukan bentuk penyajian, serta menyesuaikan pesan dengan karakteristik audiens media sosial. Dengan demikian, pesan keagamaan mampu dipahami dan diterima oleh khalayak.