Pangdam Hasanuddin: Mahasiswa Hari Ini adalah Pemimpin Indonesia di Masa Depan
UIN Alauddin Online — Mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar tidak hanya memasuki lingkungan pendidikan tinggi, tetapi juga tengah menapaki proses untuk menjadi bagian dari generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Pesan tersebut disampaikan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, dalam orasi ilmiahnya di hadapan mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar.
Orasi tersebut disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa (1/9/2026).
Mengawali pesannya, Bangun mengajak mahasiswa melihat posisi mereka bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi sebagai generasi yang kelak akan mengambil peran kepemimpinan di berbagai bidang.
“Siapa yang akan naik panggung berikutnya? Kalian!” tegasnya.
Menurutnya, pergantian generasi merupakan sebuah keniscayaan. Para pemimpin, rektor, dekan, dan dosen yang saat ini menjalankan perannya pada waktunya akan menyerahkan estafet tersebut kepada generasi berikutnya. Karena itu, mahasiswa perlu mulai membangun karakter, jati diri, etos kerja, serta kecintaan kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak berada di perguruan tinggi.
Bangun juga mengingatkan mahasiswa untuk lebih bijak menggunakan ruang digital. Perkembangan teknologi, menurutnya, perlu diikuti dengan kemampuan menyaring informasi agar mahasiswa tidak terjebak dalam ujaran kebencian maupun konten yang dapat membentuk pola pikir negatif.
“Bangun karakter kalian, jati diri kalian, etos kerja kalian, kecintaan kalian kepada bangsa dan negara kesatuan Republik ini,” pesannya.
Ia kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan perjalanan setiap individu yang memiliki titik awal berbeda. Latar belakang, menurutnya, bukan menjadi alasan untuk membatasi masa depan. Yang lebih menentukan adalah kemauan untuk terus bekerja, berupaya, dan berdoa.
“Bekerjalah, berupayalah, dan berdoalah lebih keras dari orang lain,” ujarnya.
Bagi mahasiswa, prinsip tersebut dapat diterapkan dalam menjalani proses pendidikan. Keinginan untuk mencapai sesuatu, kata Bangun, harus diikuti dengan usaha. Ia menggambarkan hal tersebut melalui keinginan menikmati keindahan laut yang tidak cukup hanya dengan melihatnya dari permukaan, tetapi membutuhkan keberanian untuk menyelam.

Pesan Bangun juga diarahkan pada kesiapan generasi muda menghadapi masa depan Indonesia. Ia menekankan pentingnya pendidikan dan kompetensi dalam mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia 2045. Generasi produktif, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi bagian dari jumlah angkatan kerja, tetapi harus memiliki kemampuan yang dapat memberi kontribusi bagi bangsa.
Dalam orasinya, Bangun turut menyinggung kekayaan sumber daya alam Indonesia dan posisi strategisnya dalam perkembangan global. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dipandang sebagai kekuatan yang harus dikelola untuk mendukung kesejahteraan sekaligus kepentingan bangsa.
Di hadapan mahasiswa baru, Bangun juga menyampaikan perhatian terhadap kekhawatiran orang tua ketika melepas anak memasuki dunia perguruan tinggi. Ia mengapresiasi pengelolaan mahasiswa baru oleh pihak UIN Alauddin Makassar yang menurutnya dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah munculnya pengalaman yang tidak diharapkan.
Pada akhirnya, ia menitipkan pesan kepada mahasiswa baru agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan untuk memperluas ilmu, membangun karakter, dan menjadi kebanggaan orang tua.
Pesan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Senat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Mardan, M.Ag. Ia mengajak mahasiswa baru menjadikan semangat kebangsaan tersebut sebagai bagian dari peran mereka dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Siapa yang diandalkan untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa kalau bukan anak-anakku sekalian,” ujarnya.

Orasi tersebut menjadi salah satu pesan awal bagi mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi: bahwa pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi juga tentang menyiapkan diri untuk mengambil peran dan tanggung jawab di tengah masyarakat dan bangsa.