Gambar Lewat Film Na Willa, Mahasiswa BPI UIN Alauddin Edukasi Parenting di Lapas

Lewat Film Na Willa, Mahasiswa BPI UIN Alauddin Edukasi Parenting di Lapas

UIN Alauddin Online — Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan/Praktik Teknik Konseling (PPL/PTK) Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Alauddin Makassar menggelar nonton bareng (nobar) film Na Willa bersama 35 warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Rabu (29/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan An-Nisa tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa selama melaksanakan praktik di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Nabila Fauziah, mahasiswa PPL BPI UIN Alauddin mengatakan Nobar film dipilih sebagai media konseling untuk menghadirkan pendekatan yang lebih komunikatif dan sesuai dengan karakteristik warga binaan. 

“Melalui film, kami berupaya menyampaikan nilai-nilai edukatif sekaligus membuka ruang diskusi dan refleksi terhadap pengalaman pribadi maupun kehidupan sosial peserta,” ungkapnya.

Menurut Nabila, Film Na Willa dipilih karena mengangkat persoalan kehidupan keluarga, khususnya hubungan anak dan orang tua. Cerita di dalamnya menggambarkan pola asuh, perhatian orang tua, serta lingkungan keluarga yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan anak.

“Tema tersebut kemudian menjadi bahan refleksi bagi para peserta, khususnya terkait peran orang tua, komunikasi dalam keluarga, dan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan anak,” imbuhnya.

Antusiasme warga binaan terlihat sejak film mulai diputar. Para peserta mengikuti alur cerita hingga selesai. Setelah pemutaran, dibuka sesi sharing untuk menggali pesan yang diperoleh peserta sekaligus memberikan ruang bagi mereka menyampaikan pandangan dan pengalaman.

Salah seorang warga binaan berinisial NQ mengaku mendapatkan pelajaran penting mengenai pola asuh dan peran ibu dalam kehidupan anak.

“Saya mendapat pelajaran bahwa parenting orang tua, terutama ibu, sangat penting. Cara orang tua mendidik dan memberikan perhatian kepada anak bisa memberikan pengaruh besar bagi kehidupan anak,” ujar NQ.

Refleksi tersebut menunjukkan bahwa film tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi pemantik pembahasan mengenai tanggung jawab orang tua dan dinamika hubungan dalam keluarga.

Nobar Na Willa sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan konseling dapat dikembangkan melalui berbagai media yang dekat dengan kehidupan peserta, sehingga proses komunikasi dan refleksi dapat berlangsung secara lebih ringan namun tetap memiliki tujuan pembelajaran.

Previous Post LPM UIN Alauddin Sosialisasikan Dokumen SPMI di Fakultas Syariah dan Hukum
Next Post Mahasiswa Baru Ilmu Hukum UIN Alauddin Dibekali Prospek Karir Oleh Kemenkum Sulsel