Gambar KKN UIN Alauddin Angkatan 79 di Bontokassi Takalar Dorong UMKM Go Digital

KKN UIN Alauddin Angkatan 79 di Bontokassi Takalar Dorong UMKM Go Digital

UIN Alauddin Onlinee — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Dorongan tersebut diwujudkan melalui sosialisasi bertajuk “UMKM Go Digital: Dari Produk Lokal, Menuju Pasar Digital Bersama Desa Bontokassi!” yang digelar di Aula Kantor Desa Bontokassi, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Takalar, Muh. Darwis Dg. Bantang, Kepala Desa Bontokassi, Muh. Aksin Suarso, S.S., M.Pd., para kepala dusun, serta sejumlah pelaku dan tokoh UMKM di Desa Bontokassi.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Angkatan 79 UIN Alauddin, Wildan Raushan Fikri, mengatakan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi UMKM di Desa Bontokassi.

“Semangat membangun desa melalui kolaborasi generasi muda dan pemerintah terus kami gaungkan. Melalui program UMKM Go Digital ini, kami berharap produk-produk lokal Bontokassi bisa naik kelas dan bersaing di pasar digital,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai respons terhadap tantangan perkembangan ekonomi digital sekaligus upaya membekali pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usahanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial, marketplace, dan berbagai instrumen digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Pemanfaatan platform digital diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di tingkat desa dan daerah, tetapi juga ke pasar yang lebih luas.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Takalar, Muh. Darwis Dg. Bantang, turut menyoroti potensi produk lokal Bontokassi, khususnya Songkok Guru. Menurutnya, produk tersebut memiliki peluang pasar yang besar karena sentra produksinya dikenal berada di dua daerah, yakni Kabupaten Takalar dan Kabupaten Bone.

“Songkok Guru ini memiliki potensi besar untuk dipasarkan. Hanya ada dua wilayah yang dikenal sebagai tempat produksinya, yakni Takalar dan Bone, dan Desa Bontokassi menjadi salah satu wilayah produksinya,” jelasnya.

Potensi tersebut, lanjutnya, perlu didukung dengan strategi pemasaran yang mengikuti perkembangan zaman. Digitalisasi dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.

Kepala Desa Bontokassi, Muh. Aksin Suarso, S.S., M.Pd., menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN UIN Alauddin tersebut. Menurutnya, pendampingan terkait pemanfaatan teknologi sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pemdes sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap UMKM di desa bisa naik kelas, baik dari sisi perluasan pasar maupun peningkatan kesejahteraan ekonominya,” ungkapnya.

Program UMKM Go Digital menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UIN Alauddin Angkatan 79 dalam mendukung penguatan potensi ekonomi masyarakat desa. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM, produk lokal Bontokassi diharapkan semakin dikenal dan mampu memanfaatkan ruang digital sebagai pasar baru.

Previous Post LPM UIN Alauddin Sosialisasikan Dokumen SPMI di Fakultas Syariah dan Hukum
Next Post Mahasiswa Baru Ilmu Hukum UIN Alauddin Dibekali Prospek Karir Oleh Kemenkum Sulsel