IsDB Assess Kesiapan Proyek, UIN Alauddin Tegaskan Kesiapan Tata Kelola Keuangan
UIN Alauddin Online — Islamic Development Bank (IsDB) melakukan kunjungan ke UIN Alauddin Makassar dalam rangka menilai kesiapan proyek sekaligus kapasitas kelembagaan universitas dalam mendukung pengelolaan proyek berskala besar. Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan persiapan sebelum proyek memperoleh persetujuan dari IsDB dan Pemerintah Indonesia.
Kunjungan berlangsung di UIN Alauddin Makassar, Senin (24/8/2026), dengan menghadirkan Wasim Abdulwahab, Spesialis Senior Manajemen Keuangan Proyek IsDB (Senior Project Financial Management Specialist), didampingi Evi Rosantini, Pejabat Penyaluran Dana IsDB (Disbursement Officer).
Dalam pertemuan tersebut, tim IsDB melakukan pembahasan bersama jajaran UIN Alauddin untuk melihat kesiapan institusi, khususnya dari aspek pengelolaan dan tata kelola keuangan.
Wasim Abdulwahab menjelaskan, salah satu fokus dalam bidang tugasnya adalah memastikan penerapan pengendalian internal, sistem akuntansi, serta mekanisme yang dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan dana dalam pelaksanaan proyek.
“Internal controls, accounting, and how you ensure that no misuse of funds takes place,” ujar Wasim saat menjelaskan aspek yang menjadi perhatian dalam bidangnya.
Menurutnya, penilaian terhadap kapasitas institusi merupakan bagian penting dalam proses persiapan proyek. Setelah tahapan kunjungan tersebut, masih terdapat sejumlah misi lanjutan yang perlu dilalui sebelum proyek memperoleh persetujuan dari pihak IsDB maupun Pemerintah Indonesia.
Wasim menambahkan, rangkaian persiapan tersebut akan mencakup misi lanjutan untuk memastikan kesiapan proyek dan institusi pengelola. Karena itu, kunjungan ke UIN Alauddin tidak hanya dimaksudkan untuk menilai kesiapan proyek, tetapi juga memastikan kapasitas lembaga dalam mengelola pembiayaan secara akuntabel.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menegaskan bahwa universitas siap menunjukkan kapasitas pengelolaan keuangan dan kelengkapan dokumen yang diperlukan dalam proses assessment.
“Kita harus siapkan secara matang karena Pak Wasim dan Ibu Evi akan melihat pengelolaan kita, termasuk dokumen-dokumen kita untuk meyakinkan bahwa kita siap,” ujar Prof. Hamdan.

Rektor juga menekankan pentingnya kesiapan tata kelola keuangan UIN Alauddin sebagai perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU), terlebih proyek yang tengah dipersiapkan memiliki nilai pembiayaan yang besar. Menurutnya, sistem keuangan yang baik menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan pengelolaan proyek berjalan secara akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“We have a good financial system to handle this big project, because this will be a lot of money,” tegasnya.
Prof. Hamdan menjelaskan, proses assessment tersebut merupakan salah satu tahapan yang harus ditempuh sebelum proyek memasuki tahap penandatanganan kontrak. Karena itu, ia meminta jajaran terkait untuk menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan secara optimal agar setiap tahapan dapat berjalan lancar.
Kunjungan IsDB selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi dan pembahasan bersama tim UIN Alauddin terkait kesiapan proyek. Rangkaian assessment ini diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan kelembagaan UIN Alauddin menuju tahap-tahap berikutnya dalam proses kerja sama dengan IsDB.
Selain menjadi momentum untuk memperlihatkan kesiapan institusi, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pengelolaan proyek, khususnya dalam aspek pengendalian internal, akuntabilitas, dan pengelolaan keuangan.
UIN Alauddin berharap seluruh tahapan persiapan proyek dapat berjalan sesuai prosedur hingga mencapai tahap persetujuan dan penandatanganan kontrak.