Gambar International Office UIN Alauddin Terima Kunjungan Benchmarking IAIN Manado

International Office UIN Alauddin Terima Kunjungan Benchmarking IAIN Manado

UIN Alauddin Online - UIN Alauddin Makassar melalui International Office menerima kunjungan benchmarking dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Senin, 27 April 2026, sebagai bagian dari penguatan pengelolaan internasionalisasi dan kajian pendidikan agama lintas budaya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua International Office IAIN Manado, Alimuddin Rivai, M.Hum., bersama Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dr. Arhanuddin Salim, M.Pd.I., dan disambut langsung oleh Ketua International Office UIN Alauddin Makassar, Dr. Serliah Nur, M.Hum., M.Ed., di ruang International Office lantai 1 Gedung Rektorat.

Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran informasi sekaligus penguatan jejaring kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan mahasiswa internasional dan pengembangan pendidikan agama berbasis lintas budaya.

Dalam diskusi, sejumlah aspek strategis dibahas secara komprehensif, mulai dari profil mahasiswa internasional di UIN Alauddin Makassar, negara asal mahasiswa, hingga skema pembiayaan yang mencakup jalur beasiswa maupun mandiri. Selain itu, pengelolaan program internasional dan dukungan penganggaran juga menjadi fokus perhatian.

Ketua International Office UIN Alauddin Makassar, Dr. Serliah Nur, menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan praktik baik antar PTKIN menjadi langkah penting dalam mendorong penguatan internasionalisasi kampus.

“Melalui benchmarking seperti ini, kita dapat saling berbagi pengalaman dan strategi dalam mengelola mahasiswa internasional serta mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap keberagaman budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua International Office IAIN Manado, Alimuddin Rivai, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan, mengingat pengelolaan International Office di IAIN Manado masih tergolong baru.

“International Office di IAIN Manado baru mulai berjalan pada tahun 2024. Saat ini kami memiliki lima mahasiswa internasional, sehingga kami perlu banyak belajar dari kampus yang lebih dulu mengembangkan pengelolaan internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengalaman UIN Alauddin Makassar menjadi referensi penting, khususnya dalam aspek layanan, adaptasi mahasiswa, serta penguatan program lintas budaya.


Sebagai bagian dari kebutuhan penelitian, kegiatan ini juga menghadirkan dua mahasiswa internasional asal Sudan, yakni Muzamil Sulaiman Abdelhamid Mohammed dan Nassir Mubarak Mohammed Ibrahim. Keduanya turut diwawancarai guna menggali pengalaman akademik dan sosial dalam konteks pendidikan lintas budaya di UIN Alauddin Makassar.

Dalam sesi wawancara, berbagai aspek adaptasi mahasiswa asing menjadi sorotan, mulai dari latar belakang asal negara hingga tantangan yang dihadapi selama menempuh studi jauh dari tanah air, seperti potensi homesick maupun culture shock.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa internasional justru menunjukkan pengalaman adaptasi yang positif.

“Selama kurang lebih tiga tahun berada di Makassar, kami sudah mulai terbiasa dengan lingkungan dan budaya di sini. Bahkan dalam keseharian, kami sudah cukup lancar berbahasa,” ungkap Muzamil.

Pengalaman tersebut mencerminkan proses adaptasi yang tidak hanya berjalan secara akademik, tetapi juga sosial dan kultural, sekaligus menjadi indikator terciptanya lingkungan kampus yang inklusif.

Previous Post KKN UIN Alauddin dan KWT Kembangkan TOGA, Dorong Kesehatan Mandiri Warga Dusun Ele
Next Post Gagasan Tiga Guru Besar UIN Alauddin dalam Orasi Ilmiah: Dari Nafs hingga Islam Berkebudayaan