FAH Peduli Bantu Dua Mahasiswa SPI UIN Alauddin yang Terdampak Kebakaran
UIN Alauddin Online — Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar melalui program FAH Peduli menyalurkan bantuan kepada dua mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) yang terdampak kebakaran di kawasan Jalan Kandea III, Kec. Tallo, Kota Makassar. Penyerahan bantuan dilakukan Lecture Theater (LT) FAH UIN Alauddin, Rabu (19/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian fakultas terhadap mahasiswa yang mengalami musibah sekaligus wujud solidaritas lingkungan akademik dalam membantu meringankan beban mereka.
Dekan FAH UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Barsihannor, M.Ag., mengatakan perhatian terhadap mahasiswa tidak hanya diberikan dalam konteks akademik, tetapi juga ketika mereka menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan.
“FAH Peduli merupakan bentuk kepedulian fakultas kepada mahasiswa yang sedang menghadapi musibah. Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan dukungan dari lingkungan akademik,” ujar Prof. Barsihannor.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus semangat kepada kedua mahasiswa untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas perkuliahan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk segera bangkit serta tetap melanjutkan pendidikan,” lanjutnya.
Prof. Barsihannor menegaskan, lingkungan kampus harus menjadi ruang yang tidak hanya mendukung pengembangan keilmuan, tetapi juga menghadirkan kepedulian ketika mahasiswa menghadapi kesulitan.
“Lingkungan akademik bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga ruang untuk saling peduli dan menguatkan ketika ada mahasiswa yang menghadapi persoalan,” katanya.
Program FAH Peduli diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan antara mahasiswa, dosen, program studi, dan fakultas. Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FAH membangun lingkungan akademik yang humanis dan responsif terhadap kondisi sosial mahasiswa.
“Kami berharap kedua mahasiswa tetap kuat menghadapi musibah ini dan tidak kehilangan semangat untuk belajar serta menyelesaikan pendidikan,” tutup Prof. Barsihannor.