Gambar Dari BLU hingga Remunerasi, UIN Alauddin Jadi Rujukan Benchmarking PNUP

Dari BLU hingga Remunerasi, UIN Alauddin Jadi Rujukan Benchmarking PNUP

UIN Alauddin Online — Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menerima kunjungan benchmarking dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dalam rangka penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), Rabu, 22 April 2026.

Rombongan PNUP yang dipimpin oleh Direktur, Prof. Rusdi Nur, hadir didampingi oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Dermawan, S.T., M.T., beserta jajaran, dan diterima oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Anwar Abubakar, S.Ag., M.Pd., di Kampus UIN Alauddin Makassar, Kabupaten Gowa.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PNUP juga didampingi para Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI), Sekretaris Dewan Pengawas, pengelola BLU, serta jajaran pejabat struktural dan non-struktural.


Dalam sambutannya, Anwar Abubakar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta membuka ruang seluas-luasnya untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan BLU.

“PNUP merupakan perguruan tinggi vokasi yang strategis dan inovatif. Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik, khususnya dalam pengelolaan BLU yang telah kami jalankan sejak tahun 2008,” ungkap perwakilan UIN Alauddin Makassar.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan berbasis BLU yang transparan dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya forum diskusi sebagai ruang berbagi pengalaman, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kebijakan yang belum berjalan optimal.

“Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat memperoleh insight terkait pengelolaan BLU, termasuk penerapan remunerasi, peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, serta strategi transformasi perguruan tinggi vokasi ke arah yang lebih maju,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah politeknik saat ini tengah diarahkan untuk bertransformasi, termasuk kemungkinan menuju bentuk universitas vokasi, dengan target pengembangan jumlah mahasiswa mencapai 8.000 hingga 10.000 mahasiswa.


Dalam sesi diskusi, Kepala Biro AUPK UIN Alauddin Makassar, Anwar Abubakar, S.Ag., M.Pd., memaparkan strategi pengelolaan BLU yang telah diterapkan di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan BLU sangat ditentukan oleh komitmen pimpinan.

“Berdasarkan pengalaman kami, hal paling penting dalam penerapan BLU adalah komitmen pimpinan. Baik pejabat keuangan, pejabat teknis, maupun pimpinan BLU harus memiliki pemahaman yang kuat serta komitmen untuk mendorong peningkatan pendapatan institusi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah selanjutnya adalah kemampuan institusi dalam mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Kita harus benar-benar mampu mendeteksi potensi yang ada, sehingga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengakui bahwa penerapan sistem remunerasi menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan BLU.

“Penerapan remunerasi memang tidak mudah. Dibutuhkan kesiapan, perencanaan yang matang, serta dukungan penuh dari seluruh unsur pimpinan agar dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai aspek pengelolaan BLU, mulai dari strategi peningkatan pendapatan, pemanfaatan aset, hingga penguatan kerja sama dengan berbagai pihak.

Selain itu, rombongan PNUP turut melakukan kunjungan ke sejumlah unit kerja di lingkungan UIN Alauddin Makassar yang terkait dengan pengelolaan BLU.

Melalui kegiatan ini, UIN Alauddin Makassar berharap dapat memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan kualitas tata kelola, serta mendorong transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing.

Kunjungan benchmarking ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih konkret antara kedua institusi, termasuk peluang penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di masa mendatang.

Previous Post KKN UIN Alauddin dan KWT Kembangkan TOGA, Dorong Kesehatan Mandiri Warga Dusun Ele
Next Post Gagasan Tiga Guru Besar UIN Alauddin dalam Orasi Ilmiah: Dari Nafs hingga Islam Berkebudayaan