Wisuda Angkatan 121, Rektor UIN Alauddin Ajak Lulusan Menjadi “Sarjana Anak Tangga”
UIN Alauddin Online — Sebanyak 750 lulusan UIN Alauddin Makassar resmi menyelesaikan pendidikan dalam Wisuda Angkatan ke-121 yang digelar melalui Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa (15/9/2026).
Di hadapan para wisudawan dan orang tua, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., tidak sekadar berbicara tentang kelulusan. Ia menitipkan satu cara pandang kepada para sarjana dalam menghadapi kehidupan setelah kampus: menjadi “sarjana anak tangga.”
Hamdan menggambarkan kehidupan sebagai perjalanan menaiki tangga. Seseorang tidak tiba-tiba berada di puncak, melainkan melewati satu anak tangga ke anak tangga berikutnya.
“Tidak ada yang lahir langsung menjadi mahasiswa. Sekolah, besar, SD, SMP, menjadi mahasiswa. Setelah mahasiswa menjadi sarjana seperti kalian, cari kerja, setelah bekerja. Bukan hanya mengenal anak tangga, tetapi mencoba berumah tangga,” ujarnya.
Namun, bagi Hamdan, makna “sarjana anak tangga” tidak hanya tentang proses mencapai keberhasilan. Ada kesadaran bahwa perjalanan seseorang selalu melibatkan orang lain.
Pesan itu ia tunjukkan melalui dialog dengan tiga wisudawan yang dimintanya menyebut nama orang-orang yang berada di sekitar kehidupan akademik mereka.
Ketiganya mampu menyebut nama ketua program studi dan pimpinan fakultas. Namun, ketika ditanya nama petugas keamanan, cleaning service, hingga penjual makanan yang setiap hari mereka temui, tidak semua mampu menjawab.
Hamdan kemudian menyebut sejumlah nama pekerja yang ia kenal di lingkungan kampus, mulai dari petugas keamanan, cleaning service hingga marbot masjid.
Menurutnya, mereka yang sering luput dari perhatian justru merupakan bagian dari perjalanan yang memungkinkan aktivitas kampus berjalan setiap hari.
“Orang-orang yang sering terabaikan, dianggap orang-orang kecil. Padahal sesungguhnya mereka-mereka itulah yang berkontribusi terhadap pencapaian kita,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penekanan Hamdan kepada para lulusan agar tidak mengukur keberhasilan hanya dari posisi yang berhasil dicapai. Menjadi sarjana, menurutnya, juga berarti mampu menghargai setiap orang yang hadir dalam perjalanan.
“Karena itulah bagian menjadi manusia, anak tangga,” tegasnya.
Di penghujung pesannya, Hamdan kembali mengingatkan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan satu anak tangga menuju tahap kehidupan berikutnya.
“Ini yang bisa saya berikan terkait wisuda hari ini. Ini semua yang saya sampaikan adalah bagian dari anak-anak tangga untuk kalian bisa sukses menjadi sarjana anak tangga,” tuturnya.
Wisuda Angkatan ke-121 menjadi penanda bagi 750 lulusan untuk meninggalkan ruang akademik dan memasuki tahapan kehidupan berikutnya dengan bekal ilmu, pengalaman, serta tanggung jawab untuk memberi manfaat di tengah masyarakat.