Gambar Usulan KPI BLU UIN Alauddin Makassar Disetujui, Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas Layanan

Usulan KPI BLU UIN Alauddin Makassar Disetujui, Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas Layanan

UIN Alauddin Online – UIN Alauddin Makassar memperoleh persetujuan atas usulan Key Performance Indicator (KPI) Badan Layanan Umum (BLU) setelah mengikuti rapat pembahasan bersama Pusat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU) Kementerian Keuangan secara daring melalui Microsoft Teams. Rapat dipusatkan di Ruang Rapat Wakil Rektor II, Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar.

Rapat dihadiri tim PK BLU Kementerian Keuangan yang dipimpin Anisa Alfada, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama Ahmad Hidayatullah, serta jajaran UIN Alauddin Makassar yang terdiri atas Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) beserta tim keuangan, Kepala dan Sekretaris Satuan Pengawasan Internal (SPI), serta anggota SPI.

Dalam pembukaan rapat, Anisa Alfada menegaskan bahwa penyusunan KPI BLU harus mencerminkan target kinerja yang realistis, terukur, dan dapat diwujudkan oleh setiap satuan kerja. Menurutnya, indikator kinerja tidak hanya disusun untuk memenuhi aspek administratif, tetapi juga harus relevan dengan kondisi organisasi serta mampu menjawab tantangan yang terus berkembang, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kebutuhan layanan publik.

Ia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan penyusunan KPI dengan penerapan Manajemen Risiko (MR), sehingga setiap target yang ditetapkan telah mempertimbangkan potensi risiko beserta langkah mitigasinya. Dengan demikian, KPI tidak hanya menjadi instrumen pengukuran kinerja, tetapi juga mendukung penguatan tata kelola BLU yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama, Ahmad Hidayatullah, menyampaikan bahwa implementasi BLU di lingkungan Kementerian Agama terus menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut tercermin dari capaian maturity rating BLU yang telah berada di atas angka 3,5. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan semakin baiknya tata kelola keuangan dan sistem pengendalian, sekaligus menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas layanan publik.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan penelaahan usulan KPI BLU UIN Alauddin Makassar yang meliputi capaian indikator kinerja, kesiapan dokumen pendukung, serta kesesuaian usulan dengan ketentuan pengelolaan BLU.

Berdasarkan hasil pembahasan, usulan KPI BLU UIN Alauddin Makassar dinyatakan memenuhi kriteria pada aspek keuangan maupun aspek layanan sehingga memperoleh persetujuan dari PK BLU Kementerian Keuangan. Tim PK BLU juga memberikan sejumlah masukan sebagai bahan penyempurnaan implementasi KPI agar pelaksanaannya semakin optimal, selaras dengan arah pengembangan BLU, serta mendukung penguatan tata kelola yang efektif dan akuntabel.

Menanggapi hasil tersebut, Sekretaris SPI UIN Alauddin Makassar, Roby Aditiya, menyampaikan apresiasi atas arahan dan masukan yang diberikan selama proses pembahasan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas hasil pembahasan dan berbagai masukan yang telah diberikan. Alhamdulillah, usulan KPI UIN Alauddin Makassar memperoleh hasil yang baik. Masukan yang kami terima akan segera kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola BLU. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BLU dan pencapaian indikator kinerja agar semakin akuntabel serta berdampak pada peningkatan kualitas layanan," ujarnya.

Persetujuan atas usulan KPI tersebut menjadi langkah penting dalam penguatan tata kelola Badan Layanan Umum di UIN Alauddin Makassar. Melalui penyusunan indikator kinerja yang terukur, penerapan manajemen risiko, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan, UIN Alauddin Makassar terus memperkuat akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan BLU guna mendukung pencapaian kinerja institusi.

Previous Post Diperkenalkan Wamen HAM, Lulusan FSH UIN Alauddin Jadi Penggerak HAM di Makassar
Next Post Disiplin Tanpa Kekerasan, Warek IV UIN Alauddin Dorong Pendidikan Humanis