Gambar UKM RITMA UIN Alauddin Gelar RGS 2026, Dorong Pemberdayaan Masyarakat di Maros

UKM RITMA UIN Alauddin Gelar RGS 2026, Dorong Pemberdayaan Masyarakat di Maros

UIN Alauddin Online – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset, Keilmuan, dan Kemitraan Masyarakat (RITMA) UIN Alauddin Makassar kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui RITMA Goes to Serve (RGS) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 25–29 Juli 2026 ini dipusatkan di Kelurahan Mattiro Deceng, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.

Mengusung tema "Eksplorasi Lokal, Emansipasi Sosial: Mengorganisir Aset, Memantik Kemandirian Masyarakat," RGS 2026 dirancang sebagai wadah pemberdayaan yang mendorong masyarakat mengenali dan mengembangkan potensi lokal sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan.

Beragam kegiatan disiapkan untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pembinaan baca tulis Al-Qur'an, sosialisasi pemanfaatan biochar, kelas bahasa Inggris, pelatihan membaca, menulis, dan berhitung bagi anak-anak, pelatihan pengurusan jenazah, edukasi kesehatan reproduksi, creative class, workshop, hingga forum literasi.

Ketua Umum UKM RITMA UIN Alauddin Makassar, Nabila Fauziah, mengatakan RGS 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian, tetapi mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Program-program yang kami hadirkan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Harapannya, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama, saling berbagi pengetahuan, sekaligus memperkuat potensi yang telah dimiliki masyarakat," ujarnya.

Mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu menambahkan, melalui RGS 2026, UKM RITMA ingin memperkuat perannya sebagai mitra masyarakat dalam proses pemberdayaan. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu melahirkan perubahan yang berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki warga.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra yang siap tumbuh dan berkolaborasi bersama masyarakat untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan," tandasnya.


Pelaksanaan RGS 2026 turut melibatkan sejumlah mitra strategis, di antaranya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, Pelindo, Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perpustakaan Kabupaten Maros, Toko Donat Domami, UMKM Minuman Herbal Herbite, serta Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lau.

Melalui kolaborasi tersebut, RGS 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan pengabdian, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Previous Post Dekan FSH UIN Alauddin Dorong Kader Ulama Berpikir Kontekstual Hadapi Era Disrupsi
Next Post Diperkenalkan Wamen HAM, Lulusan FSH UIN Alauddin Jadi Penggerak HAM di Makassar