Gambar UIN Alauddin Makassar Perkuat Pemutakhiran Data BMN Jelang Pemeriksaan BPK

UIN Alauddin Makassar Perkuat Pemutakhiran Data BMN Jelang Pemeriksaan BPK

UIN Alauddin Online — UIN Alauddin Makassar memperkuat penataan dan pemutakhiran data inventaris Barang Milik Negara (BMN) sebagai bagian dari upaya meningkatkan tertib administrasi serta akuntabilitas pengelolaan aset negara di lingkungan kampus.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat evaluasi dan pemutakhiran data inventaris BMN yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UIN Alauddin Makassar, Senin (7/9/2026). Rapat dipimpin Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Alauddin Makassar, H. Anwar Abubakar, S.Ag., M.Pd.

Rapat dihadiri para Kepala Bagian dan Kepala Subbagian, operator, serta staf dari berbagai unit kerja di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Pembahasan difokuskan pada pencocokan data inventaris dengan kondisi fisik dan status aset di masing-masing unit kerja.

Pemutakhiran data dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pencatatan dan pengelolaan BMN sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan UIN Alauddin Makassar dalam memastikan data dan laporan BMN tersusun secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjelang pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam rapat tersebut, setiap unit kerja ditargetkan menuntaskan pencatatan dan pemutakhiran data inventaris paling lambat 14 September 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh data aset telah diperbarui dan siap digunakan dalam proses pemeriksaan.


Kepala Biro AUPK UIN Alauddin Makassar, H. Anwar Abubakar, menekankan pentingnya koordinasi antarunit serta konsistensi dalam melakukan pencatatan aset sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Diperlukan koordinasi dan pencatatan yang sesuai dengan SOP terkait aset inventaris ini di seluruh unit kerja yang ada di UIN Alauddin Makassar. Hal ini juga penting untuk memperkuat laporan BMN sebelum disampaikan dan diperiksa oleh BPK,” ujar H. Anwar Abubakar.

Ia berharap seluruh unit kerja berperan aktif memastikan data inventaris yang tercatat sesuai dengan kondisi aset di lapangan. Menurutnya, ketepatan data menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan BMN yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Rapat evaluasi dan pemutakhiran data tersebut sekaligus menjadi langkah UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat tata kelola BMN dan memastikan kesiapan administrasi aset menjelang pemeriksaan BPK.

(Ryan Ramdani - Mahasiswa Magang Humas)

Previous Post Lewat Cara Interaktif, Mahasiswa KKN UIN Alauddin Ajak Siswa Praktik PHBS
Next Post FTK UIN Alauddin Perkuat Tata Kelola Jurnal Menuju Standar Scopus