FTK UIN Alauddin Perkuat Tata Kelola Jurnal Menuju Standar Scopus
UIN Alauddin Online — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar memperkuat tata kelola jurnal ilmiah melalui Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Berbasis Penilaian Content Selection and Advisory Board (CSAB) Scopus.
Kegiatan yang berlangsung di Sultan Alauddin Hotel & Convention, Makassar, Senin (31/8/2026), menjadi bagian dari upaya FTK meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal sekaligus mempersiapkan publikasi ilmiah di lingkungan fakultas menghadapi standar seleksi Scopus.
Workshop diikuti pimpinan FTK, Ketua dan Sekretaris Jurusan/Program Studi, Koordinator Penjaminan Mutu (KPM), Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta para pengelola jurnal di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Muhammad Anas Ma’arif, M.Pd., dosen Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan jurnal ilmiah bereputasi internasional. Ia antara lain terlibat sebagai editor Journal Nazhruna, Munaddhomah, dan Kharisma yang telah terindeks Scopus.
Dalam pemaparannya, Muhammad Anas Ma’arif menekankan bahwa kesiapan jurnal menuju Scopus tidak hanya ditentukan oleh kualitas artikel, tetapi juga oleh kekuatan identitas dan tata kelola jurnal secara keseluruhan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah aims and scope. Pengelola jurnal didorong membangun distingsi atau keunikan agar jurnal memiliki identitas akademik yang jelas dan tidak terlalu beririsan dengan jurnal lain.
“Setiap jurnal harus memiliki distingsi atau keunikan yang jelas. Karena itu, aims and scope harus dibuat spesifik dan kuat. Kalau terlalu luas, jurnal akan berhadapan dengan persaingan yang semakin banyak karena bidang kajiannya beririsan dengan jurnal lain,” ujarnya.
Menurutnya, fokus kajian yang spesifik menjadi fondasi dalam membangun karakter akademik jurnal sekaligus memperjelas kontribusinya pada bidang keilmuan tertentu.
Selain aims and scope, workshop membahas sejumlah komponen yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi dan seleksi CSAB Scopus, antara lain kualitas editorial board, mutu artikel, tingkat sitasi (citeness), keterbacaan oleh komunitas internasional, serta karakteristik jurnal, termasuk aspek keagamaan (religious aspect).
“Untuk menuju Scopus, pengelola jurnal tidak cukup hanya menghasilkan artikel yang berkualitas. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan, seperti kualitas editor, kualitas artikel, citeness, keterbacaan oleh komunitas internasional, dan karakteristik jurnal secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesiapan menghadapi penilaian CSAB perlu dibangun melalui evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan. Penguatan editorial board, peningkatan mutu artikel, konsistensi ruang lingkup, serta peningkatan sitasi dan visibilitas internasional menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing jurnal.
Workshop tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi para pengelola jurnal untuk mengidentifikasi komponen yang telah berjalan dengan baik maupun aspek yang masih perlu diperkuat.
Melalui kegiatan ini, FTK UIN Alauddin Makassar mendorong pengelola jurnal menerjemahkan pemahaman terhadap kriteria Scopus ke dalam langkah konkret pembenahan tata kelola, sehingga jurnal di lingkungan fakultas semakin berkualitas, memiliki identitas akademik yang kuat, dan mampu meningkatkan visibilitas publikasi di tingkat internasional.