Gambar UIN Alauddin Makassar Bergabung dalam Inisiasi Program Net Zero Campus Indonesia

UIN Alauddin Makassar Bergabung dalam Inisiasi Program Net Zero Campus Indonesia

UIN Alauddin Online – Komitmen UIN Alauddin Makassar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui partisipasinya dalam inisiasi Program Net Zero Campus (NZC) Indonesia, sebuah kolaborasi yang digagas oleh Climateworks Centre bersama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Kegiatan tersebut berlangsung di Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Program Net Zero Campus Indonesia merupakan inisiatif jangka panjang yang bertujuan mendorong perguruan tinggi di Indonesia menyusun serta mengimplementasikan strategi menuju emisi nol bersih (net zero emissions). Program ini mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kebijakan institusi, operasional kampus, pendidikan, hingga kegiatan penelitian.

Climateworks Centre sendiri merupakan lembaga independen nirlaba yang berada di bawah Monash University, Australia, dengan fokus mempercepat transisi menuju emisi nol bersih di kawasan Australia dan Asia Tenggara. Bersama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), lembaga tersebut mengembangkan Program Net Zero Campus Indonesia sebagai upaya memperkuat kontribusi sektor pendidikan tinggi terhadap target pengurangan emisi nasional.

Inisiatif ini dilatarbelakangi besarnya potensi perguruan tinggi di Indonesia dalam mendorong transformasi berkelanjutan. Dengan lebih dari 2.800 perguruan tinggi dan sekitar sembilan juta mahasiswa, sektor pendidikan tinggi dinilai memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor penggerak menuju masa depan rendah karbon.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, Climateworks Centre, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Center for Environmental, Social, Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia menyelenggarakan lokakarya bertajuk Memajukan Sektor Pendidikan Tinggi Indonesia Menuju Emisi Nol Bersih. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 50 perwakilan kementerian, perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia, serta peserta yang mengikuti secara daring.

Lokakarya dibuka oleh Ketua Purnomo Yusgiantoro Center, Filda C. Yusgiantoro, Ketua Dewan Climateworks Centre, Sharan Burrow AC, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Sementara sesi Diskusi Kelompok Terfokus mengenai peluang dan tantangan implementasi Net Zero Campus dipandu oleh Prof. Iman Harymawan.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Dewan Climateworks Centre, Sharan Burrow, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempercepat transisi menuju emisi nol bersih melalui kepemimpinan, kolaborasi, serta aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, UIN Alauddin Makassar diwakili oleh Ketua Tim Sustainability and Green Campus UIN Alauddin Makassar, Ir. Mutmainnah, S.T., M.T., Ph.D., yang hadir mewakili Rektor UIN Alauddin Makassar.

Mutmainnah menjelaskan bahwa lokakarya tersebut merupakan tahap inisiasi dari Program Net Zero Campus Indonesia yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Program Net Zero Campus bersama Climateworks Centre dan Monash University merupakan program jangka panjang untuk mendukung pengembangan Net Zero Campus di Indonesia. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi dan menyusun arah pengembangannya," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, UIN Alauddin Makassar kini menjadi bagian dari jejaring perguruan tinggi yang terlibat dalam inisiatif Net Zero Campus Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi lainnya, seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanuddin, serta berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Menurutnya, Program Net Zero Campus bukan merupakan ajang pemeringkatan perguruan tinggi, melainkan sebuah inisiatif kolaboratif yang mendukung penguatan tata kelola keberlanjutan di lingkungan kampus. Implementasi program tersebut diharapkan turut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja universitas dalam berbagai pemeringkatan internasional, khususnya yang berkaitan dengan aspek keberlanjutan (sustainability).

Keikutsertaan UIN Alauddin Makassar dalam inisiatif ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan kampus berkelanjutan. Melalui jejaring tersebut, UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, praktik baik (best practices), serta mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya kampus hijau dan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Previous Post Dosen UIN Alauddin Bahas Buku Jejak Takdir dalam Program Bincang Kampus Tribun Timur
Next Post FUF UIN Alauddin Bekali Tendik dengan Capacity Building dan Literasi Digital