Gambar FUF UIN Alauddin Bekali Tendik dengan Capacity Building dan Literasi Digital

FUF UIN Alauddin Bekali Tendik dengan Capacity Building dan Literasi Digital

UIN Alauddin Online – Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan pada 26–27 Juni 2026 di Sultan Alauddin Hotel & Convention.

Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kapasitas bagi tenaga kependidikan guna memperkuat kompetensi, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun kesiapan menghadapi tantangan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Muhaemin Latif, mengatakan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan kompetensi tenaga kependidikan secara berkelanjutan, memperkuat profesionalisme, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam memberikan layanan yang berkualitas. Peningkatan kapasitas tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang modern, efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.

"Kegiatan ini adalah wujud komitmen mencetak tenaga kependidikan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing," ujarnya.

Workshop dirancang dengan memadukan materi konseptual dan praktik untuk menghasilkan tenaga kependidikan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi bertajuk "Capacity Building Menuju Tenaga Kependidikan Profesional" yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Zainal. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga integritas, etika kerja, kedisiplinan, kemampuan berkolaborasi, komunikasi yang efektif, serta semangat belajar sepanjang hayat.

"Tenaga kependidikan diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang unggul melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan sivitas akademika," jelasnya.

Sementara itu, pada hari kedua, peserta mendapatkan penguatan kompetensi melalui materi "Pengembangan Kompetensi Tenaga Kependidikan Berbasis Digital" yang disampaikan oleh Ahmad Dedy Setiabudi Hamid dan Awal Kurniawan. Materi tersebut membahas strategi pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas administrasi, memperkuat literasi digital, mengelola dokumen secara elektronik, memanfaatkan aplikasi kolaboratif, hingga mengoptimalkan berbagai platform digital sebagai bagian dari transformasi layanan pendidikan tinggi.

Menurut Dedy, penyelenggaraan workshop ini menjadi wujud komitmen institusi dalam membangun budaya pembelajaran berkelanjutan (continuous learning) sebagai investasi strategis bagi pengembangan sumber daya manusia.

"Membangun institusi yang unggul dimulai dari penguatan kompetensi sumber daya manusianya. Tenaga kependidikan yang profesional dan melek digital merupakan pilar penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas," pungkasnya.

Previous Post Tiga Guru Besar, Tiga Gagasan untuk Menjawab Tantangan Zaman
Next Post Menag: PTKIN Jadi Gerbang Mencetak Generasi Unggul dan Moderat