Gambar Dosen UIN Alauddin Bahas Buku Jejak Takdir dalam Program Bincang Kampus Tribun Timur

Dosen UIN Alauddin Bahas Buku Jejak Takdir dalam Program Bincang Kampus Tribun Timur

UIN Alauddin Online – Dosen Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar, Dr. Ir. Andi Muhammad Syafar, A.Md., S.T., M.T., IPM., menjadi narasumber dalam program Bincang Kampus yang diselenggarakan oleh Tribun Timur di Ruang Redaksi Tribun Timur, Makassar, Jumat 12 Juni 2026.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Andi Muhammad Syafar membahas buku terbarunya yang berjudul Jejak Takdir. Buku tersebut merupakan karya ke-36 yang ditulisnya dan menjadi karya pertamanya yang mengangkat tema sosial serta refleksi kehidupan.

Mengusung tema "Jejak Takdir: Menjawab Kerentanan Manusia Modern", diskusi mengangkat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di era digital, mulai dari tekanan mental, kecemasan, hingga pencarian makna hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Dr. Syafar menjelaskan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan aspek spiritual dan ketahanan mental agar manusia mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara lebih bijaksana.

"Teknologi berkembang linear, namun jiwa manusia sering kali tertinggal dalam ketidakpastian. Melalui Jejak Takdir, kita diajak untuk membaca ulang rute kehidupan, bukan sebagai kepasrahan yang pasif, melainkan sebagai sebuah kesadaran spiritual untuk menemukan kedamaian di tengah riuh dunia," ujarnya.

Selain aktif sebagai dosen di UIN Alauddin Makassar, Dr. Andi Muhammad Syafar juga dikenal sebagai penemu metode pembelajaran SAVAR, sebuah inovasi yang mengintegrasikan efektivitas proses belajar dengan penguatan karakter peserta didik.

Melalui program Bincang Kampus, Tribun Timur menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan akademisi dengan masyarakat untuk membahas berbagai isu aktual. Kehadiran Dr. Syafar diharapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi, kesehatan mental, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan modern.

Previous Post UIN Alauddin Makassar Bergabung dalam Inisiasi Program Net Zero Campus Indonesia
Next Post Tiga Guru Besar, Tiga Gagasan untuk Menjawab Tantangan Zaman