Gambar UIN Alauddin Jadi Tuan Rumah TEMILREG X FoSSEI, Bahas Penguatan Industri Halal di Era Digital

UIN Alauddin Jadi Tuan Rumah TEMILREG X FoSSEI, Bahas Penguatan Industri Halal di Era Digital

UIN Alauddin Online – Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menjadi tuan rumah Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) X Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku yang dirangkaikan dengan Forkeis Celebration (FOCEL) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar, Kamis, 9 Juli 2026.

Forum tahunan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dan pegiat ekonomi syariah untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta mengembangkan kapasitas keilmuan dan kepemimpinan dalam menjawab tantangan perkembangan ekonomi syariah di era digital.

Mengusung tema "Optimalisasi Peran Industri Halal dalam Perkembangan Digital", TEMILREG X menghadirkan berbagai agenda, mulai dari seminar nasional, kompetisi ilmiah, benchmarking, hingga forum silaturahmi antarkader FoSSEI. Melalui forum ini, peserta diajak merumuskan gagasan dan inovasi yang dapat mendukung penguatan ekosistem industri halal di Indonesia.

Direktur Eksekutif KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar, Ryaas Syahputra Marsuki, mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah TEMILREG X merupakan amanah sekaligus kesempatan bagi FORKEIS untuk menghadirkan ruang kolaborasi yang mendorong peningkatan kapasitas intelektual dan kepemimpinan kader ekonomi syariah.

Sementara itu, Ketua Panitia TEMILREG X dan FOCEL 2026, Achmad Dzaky Dwi Riza, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari dengan berbagai agenda, mulai dari seminar nasional, kompetisi ilmiah, benchmarking, farewell, hingga malam penganugerahan (awarding).

"Melalui kegiatan ini kami berharap lahir gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat industri halal sekaligus mendorong pengembangan ekonomi syariah di tengah pesatnya transformasi digital," ujarnya.

Koordinator Regional FoSSEI Sulselbartra dan Maluku, Abdul Azis, mengajak seluruh peserta menjadikan TEMILREG sebagai momentum mempererat ukhuwah, memperluas jejaring antarkampus, serta meningkatkan kualitas intelektual kader FoSSEI.

Hal senada disampaikan Presidium Nasional FoSSEI, Aditya Bayu Nugroho, yang berharap kader FoSSEI terus menjadi motor penggerak pengembangan ekonomi syariah melalui kontribusi nyata, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat.

Pembina FoSSEI Regional Sulselbartra dan Maluku, Dr. Samsul Arifai, S.Ag., M.Ag., turut memotivasi peserta agar terus meningkatkan kapasitas diri, aktif berorganisasi, serta mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Dewan Pembina KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar, Dr. Ismawati, S.E., M.Si., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada FORKEIS sebagai penyelenggara TEMILREG X. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk melahirkan gagasan inovatif, memperkuat kolaborasi antarkader, serta mempersiapkan regenerasi kepemimpinan ekonomi syariah di masa depan.

Pembukaan TEMILREG X dan FOCEL 2026 ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wakil Dekan I FEBI UIN Alauddin Makassar, Dr. Rahman Ambo Masse, Lc., M.Ag., sebagai simbol rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Pada penyelenggaraan tahun ini, FORKEIS UIN Alauddin Makassar menerima delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi dan Maluku, di antaranya Universitas Hasanuddin, IAIN Palopo, Universitas Muslim Indonesia, serta sejumlah perguruan tinggi dari Maluku. Selain seminar nasional, kegiatan juga diramaikan dengan kompetisi ilmiah yang diikuti 61 peserta dari berbagai kampus.

Melalui TEMILREG X dan FOCEL 2026, FoSSEI Regional Sulselbartra dan Maluku berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antarkader ekonomi syariah, sekaligus melahirkan rekomendasi dan inovasi yang berkontribusi terhadap penguatan industri halal dan pembangunan ekonomi syariah Indonesia.

Previous Post Dekan FSH UIN Alauddin Dorong Kader Ulama Berpikir Kontekstual Hadapi Era Disrupsi
Next Post Diperkenalkan Wamen HAM, Lulusan FSH UIN Alauddin Jadi Penggerak HAM di Makassar