Tim Riset MORA Fund LPDP UIN Alauddin Kembangkan Teknologi IoT untuk Pemantauan Reproduksi Sapi
UIN Alauddin Online — Tim Riset MORA Fund LPDP UIN Alauddin Makassar menguji penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan akurasi pemantauan reproduksi dan kesehatan ternak sapi lokal. Uji lapangan teknologi Smart IoT Tracking & Utility for Ruminant Understanding (SITURU) dilaksanakan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin Ketua Tim Riset, Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir Paly, M.S., merupakan implementasi penelitian unggulan bertajuk Bioteknologi Reproduksi Sapi Berbasis Precision Livestock Farming untuk Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045 yang didanai melalui hibah MORA Fund LPDP Tahun 2025.
Prof. Muhammad Basir Paly menjelaskan bahwa SITURU dikembangkan untuk mendukung penerapan konsep Precision Livestock Farming, yaitu sistem peternakan presisi yang memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan ternak secara lebih efektif dan efisien.
"Pemasangan perangkat SITURU bertujuan meningkatkan akurasi pemantauan reproduksi dan kesehatan sapi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan data yang diperoleh secara real-time, peternak dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat, baik dalam mendeteksi masa birahi maupun mengidentifikasi gejala penyakit sejak dini," ujarnya.
Ia menjelaskan, perangkat SITURU mengintegrasikan sensor IoT dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk merekam berbagai parameter penting, seperti suhu tubuh, pola pergerakan, aktivitas harian, hingga perubahan perilaku ternak. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menentukan waktu optimal pelaksanaan inseminasi buatan (IB) sekaligus mendeteksi potensi gangguan kesehatan pada ternak.
"Pada tahap uji lapangan, tim melakukan pengamatan terhadap tiga kondisi fisiologis sapi lokal, yakni sapi normal, sapi yang sedang mengalami birahi (oestrus), dan sapi yang sakit. Seluruh ternak dipasangi perangkat SITURU yang mampu memantau kondisi hewan secara real-time melalui sistem sensor digital," terangnya.
Menurut Prof. Basir, pemanfaatan teknologi digital di sektor peternakan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sapi lokal sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui sistem produksi yang lebih efisien, presisi, dan berkelanjutan.

Penelitian ini melibatkan kolaborasi multidisiplin dari bidang peternakan, teknik informatika, dan sistem informasi. Selain Prof. Muhammad Basir Paly sebagai ketua tim, penelitian turut melibatkan Dr. Ir. A. Muhammad Syafar, A.Md., S.T., M.T., IPM., Dr. Inna Novianty, M.Si. dari IPB University, Rasyidah Mappanganro, S.Pt., M.Si., Muhammad Arsan Jamili, S.Pt., M.Si., Ayu Lestari, S.Pt., M.Si., Rahman, S.Kom., M.T., serta Andi Muhammad Nur Hidayat, S.Kom., M.T.
Melalui pengembangan teknologi SITURU, Tim Riset MORA Fund LPDP UIN Alauddin Makassar berharap inovasi ini dapat menjadi model pemantauan ternak berbasis teknologi yang dapat diterapkan secara lebih luas di Indonesia. Penerapan sistem tersebut diharapkan mampu membantu peternak meningkatkan produktivitas, efisiensi pengelolaan ternak, serta mendukung pengembangan peternakan modern yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.