Gambar Tim IsDB dan Kemenag Verifikasi Kesiapan UIN Alauddin Menuju Proyek Pendanaan Strategis

Tim IsDB dan Kemenag Verifikasi Kesiapan UIN Alauddin Menuju Proyek Pendanaan Strategis

UIN Alauddin Online – Tim Islamic Development Bank (IsDB) Regional Hub Indonesia melakukan site visit ke Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sebagai bagian dari proses verifikasi kesiapan implementasi proyek Pinjaman Luar Negeri (PLN) senilai sekitar Rp1 triliun. Proyek strategis tersebut mencakup pembangunan Fakultas Kedokteran di Kampus III Pao-Pao serta Laboratorium Terpadu di Kampus II UIN Alauddin Makassar.

Tim yang hadir terdiri atas Any Sirapurna Putri selaku Project Management Specialist, Imas Agustina sebagai Consultant for Project Preparation, dan Enggar Prasetyaningsih selaku Field Procurement Officer. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar bersama para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan, pimpinan lembaga, serta jajaran sivitas akademika di Ruang Rapat Rektor, Lantai III Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Kamis (6/8/2026).

Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting yang menentukan keberlanjutan proyek pengembangan kampus melalui dukungan IsDB.

"Ini adalah detik-detik yang menentukan bagi jalannya proyek strategis kita ke depan. Sebagaimana disampaikan Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Agama saat kick off meeting, ini merupakan proyek pendanaan terbesar yang pernah ada di lingkungan Kementerian Agama. Karena itu, kita harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya agar proyek ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Rektor mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir seluruh jajaran universitas memusatkan perhatian pada persiapan kunjungan tersebut, termasuk memastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan telah siap untuk diverifikasi oleh tim IsDB.

Pada kesempatan itu, Rektor juga memaparkan profil pengembangan kawasan UIN Alauddin Makassar. Kampus I saat ini menjadi lokasi Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan, Kampus II merupakan pusat kegiatan akademik, sedangkan pengembangan melalui proyek IsDB akan difokuskan di Kampus III yang telah memiliki lahan siap bangun dengan dukungan pembangunan Laboratorium Terpadu di kawasan Kampus II.

Selain itu, Rektor memperkenalkan berbagai capaian UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbesar di Indonesia, baik dari sisi jumlah guru besar maupun jumlah mahasiswa. Ia berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan sehingga mampu memperkuat daya saing UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu pusat pendidikan unggulan di kawasan Indonesia Timur.


Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Alauddin Makassar sekaligus Ketua Tim Pengajuan Proposal PHLN, Prof. Muhammad Amri, menjelaskan bahwa proposal pengembangan kampus telah disusun dengan mengacu pada arah pembangunan nasional.

"Proposal pengembangan telah disusun dan diselaraskan dengan RPJMN serta Asta Cita Presiden Prabowo, dengan fokus pada pembangunan Fakultas Kedokteran, fasilitas pendukung, dan Laboratorium Terpadu," jelasnya.

Sementara itu, Any Sirapurna Putri mengapresiasi antusiasme dan kesiapan UIN Alauddin Makassar dalam menyambut kedatangan tim.

Menurutnya, site visit merupakan bagian dari tahapan project preparation untuk memastikan kesiapan institusi, baik dari aspek perencanaan, dokumen pendukung, maupun kesiapan pelaksanaan proyek. Tim juga meminta UIN Alauddin Makassar menyiapkan argumentasi yang komprehensif mengenai urgensi pelaksanaan proyek serta nilai strategis universitas sebagai penerima dukungan pendanaan IsDB.


Selama proses site visit, tim melakukan verifikasi terhadap dokumen yang telah diajukan sekaligus meninjau lokasi pembangunan di Kampus II dan Kampus III. Kampus II direncanakan menjadi lokasi pembangunan Laboratorium Terpadu yang akan mendukung seluruh fakultas, sedangkan Kampus III diproyeksikan sebagai kawasan pengembangan Fakultas Kedokteran beserta fasilitas pendukungnya.

Rangkaian kunjungan tersebut ditutup melalui exit meeting yang dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum penutup sekaligus bagian dari proses evaluasi setelah pelaksanaan site visit, sebelum proyek memasuki tahapan penandatanganan perjanjian dan implementasi sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Previous Post Diperkenalkan Wamen HAM, Lulusan FSH UIN Alauddin Jadi Penggerak HAM di Makassar
Next Post Disiplin Tanpa Kekerasan, Warek IV UIN Alauddin Dorong Pendidikan Humanis