Tiga Prodi Magister Pascasarjana UIN Alauddin Kolaborasi PkM di Ma’had Aly As’adiyah Sengkang
UIN Alauddin Online — Tiga Program Studi Magister Pascasarjana UIN Alauddin Makassar memperkuat kontribusi akademiknya di tengah masyarakat melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaboratif di Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Minggu (9/8/2026).
Kolaborasi tersebut melibatkan Prodi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Magister Ilmu Hadis (ILHA), serta Magister Dirasah Islamiyah. Kehadiran para akademisi UIN Alauddin Makassar disambut antusias civitas akademika Ma’had Aly As’adiyah Sengkang yang dikenal sebagai salah satu pusat tradisi keilmuan Islam di Sulawesi Selatan.
Mengangkat tema “Ekoteologis dalam Islamic Studies Perspektif Al-Qur’an dan Hadis”, kegiatan ini mengajak mahasantri dan pengajar melihat persoalan lingkungan melalui perspektif ajaran Islam. Ekoteologi menjadi salah satu pendekatan penting untuk membangun kesadaran ekologis dengan menggali nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.
Ketua Prodi Magister IQT, Prof. Dr. H. Muhammad Yahya, M.Ag., menekankan bahwa hubungan manusia dengan alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan.
“Al-Qur’an memberikan perhatian yang sangat kuat terhadap alam. Manusia sebagai khalifah fil ardh tidak hanya memiliki hak untuk memanfaatkan alam, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangannya,” ujarnya.
Pandangan tersebut diperkuat Sekretaris Prodi Magister IQT, Dr. Muh. Irham, M.Th.I., yang menyoroti pentingnya pendekatan metodologis dalam memahami pesan ekologis Al-Qur’an.
“Kajian ekologi dalam Al-Qur’an perlu dibaca dengan pendekatan yang tepat agar pesan-pesan ekologis yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Dari perspektif Dirasah Islamiyah, Ketua Prodi Magister Dirasah Islamiyah, Dr. H. Andi Abdul Hamzah, Lc., M.Ag., melihat ekoteologi sebagai ruang pertemuan antara kajian keislaman dan persoalan lingkungan kontemporer.
“Ekoteologi menjadi ruang penting untuk mempertemukan kajian keislaman dengan persoalan lingkungan. Pendekatan interdisipliner diperlukan agar nilai-nilai Islam tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat menjawab persoalan ekologis yang kita hadapi,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Prodi Magister Dirasah Islamiyah, Dr. Nasrullah Bin Sapa, Lc., M.M., menekankan bahwa kesadaran ekologis perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kesadaran ekologis perlu diterjemahkan dalam tata kelola yang nyata. Nilai-nilai Islam tentang menjaga alam harus hadir dalam perilaku dan kebijakan yang mendukung kelestarian lingkungan,” katanya.
Pada sesi kajian Ilmu Hadis, Ketua Prodi Magister ILHA, Dr. H. La Ode Ismail, M.Th.I., mengulas tuntunan Rasulullah SAW dalam memperlakukan alam, termasuk larangan melakukan eksploitasi secara berlebihan.
“Hadis Nabi memberikan banyak tuntunan tentang bagaimana manusia memperlakukan alam. Prinsip tidak berlebihan dalam mengeksploitasi sumber daya dan menjaga keberlanjutan lingkungan merupakan bagian dari nilai yang perlu terus dihidupkan,” ungkapnya.
Para mahasantri dan pengajar Ma’had Aly As’adiyah Sengkang mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi dengan antusias. Dialog berlangsung interaktif dengan mempertemukan kekayaan kajian turats pesantren dan pendekatan akademik perguruan tinggi Islam.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi UIN Alauddin Makassar dan Ma’had Aly As’adiyah Sengkang diharapkan berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam bidang pengabdian, riset, dan pengembangan keilmuan Islam, khususnya dalam merespons tantangan ekologis dengan tetap berpijak pada khazanah keislaman.