Rumah Jurnal LP2M UIN Alauddin Perkuat Tata Kelola dan Akreditasi Jurnal Ilmiah
UIN Alauddin Online — Rumah Jurnal, Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar menggelar Rembuk Jurnal: Workshop Strategis Akreditasi dan Manajemen Jurnal Ilmiah sebagai upaya memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan daya saing jurnal ilmiah di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Selasa (28/7/2026).
Forum ini mempertemukan editor in chief, managing editor, dan pengelola jurnal dari berbagai fakultas untuk menyamakan persepsi terhadap kebijakan terbaru akreditasi jurnal serta merumuskan strategi pengelolaan jurnal ilmiah yang adaptif terhadap perkembangan regulasi nasional.
Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Dr. Rosmini Amin, M.Th.I., menegaskan bahwa jurnal ilmiah kini menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun budaya riset sekaligus meningkatkan reputasi akademik perguruan tinggi.
"Pengelolaan jurnal tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan administratif semata, tetapi menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem penelitian. Karena itu, kualitas tata kelola jurnal harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Menurut Rosmini, LP2M terus mendorong peningkatan mutu publikasi ilmiah melalui penguatan kolaborasi riset, internasionalisasi jurnal, serta penerapan tata kelola yang mengacu pada standar nasional dan internasional. Ia menilai sinergi antara LP2M, Rumah Jurnal, dan seluruh pengelola jurnal menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas serta reputasi publikasi ilmiah UIN Alauddin Makassar.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN Alauddin Makassar, Dr. Hasbi Ibrahim, M.Kes., menjelaskan bahwa rembuk jurnal dirancang bukan sekadar sebagai forum penyampaian informasi, tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pengelola jurnal.
"Melalui forum ini kita ingin membangun komunikasi yang lebih kuat antarpengelola jurnal, sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan bersama dan menghasilkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal," katanya.
Workshop menghadirkan narasumber Taufiq Mathar, S.Pd., MLIS. dan Dr. Subehan Khalik, M.Ag., dari Tim Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar. Keduanya memaparkan sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan manajemen server Open Journal Systems (OJS), peningkatan keamanan dan stabilitas sistem, hingga rencana migrasi OJS beserta tahapan teknis, mitigasi risiko, dan langkah-langkah yang perlu dipersiapkan agar proses perpindahan sistem tidak mengganggu layanan publikasi.
Menurut Taufiq Mathar, salah satu materi yang paling banyak mendapat perhatian peserta adalah pembahasan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah.
"Dalam sesi tersebut dibahas berbagai perubahan kebijakan, mulai dari indikator penilaian, mekanisme evaluasi, tata kelola editorial, hingga strategi yang perlu disiapkan pengelola jurnal agar tetap memenuhi standar akreditasi terbaru," ungkapnya.
Ia menambahkan, workshop ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga wadah berbagi pengalaman antarpengelola jurnal mengenai praktik terbaik (best practices), pengelolaan reviewer, peningkatan kualitas artikel, serta strategi mempertahankan dan meningkatkan peringkat akreditasi jurnal.
Melalui Rembuk Jurnal ini, Rumah Jurnal LP2M UIN Alauddin Makassar berharap terbangun komitmen bersama untuk menghadirkan pengelolaan jurnal yang profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan regulasi, serta mampu meningkatkan daya saing publikasi ilmiah UIN Alauddin Makassar di tingkat nasional maupun internasional.