Gambar Prof. Nur Syamsiah Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Soroti Fenomena Glass Ceiling di PTKI

Prof. Nur Syamsiah Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Soroti Fenomena Glass Ceiling di PTKI

UIN Alauddin Online — Nur Syamsiah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang kepakaran Gender dalam Pendidikan Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa pada Senin, 18 Mei 2026, di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Nur Syamsiah menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Menerobos Glass Ceiling: Kesetaraan Gender dalam Kepemimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Indonesia.” Dalam orasinya, ia menyoroti hambatan tidak kasat mata yang membatasi perempuan mencapai posisi tertinggi dalam struktur kepemimpinan perguruan tinggi.

Menurutnya, budaya patriarki dan kebijakan yang belum responsif gender masih menjadi faktor utama terjadinya ketimpangan tersebut. Perempuan dinilai masih kerap ditempatkan pada posisi administratif maupun pendukung, sementara jabatan strategis seperti dekan, wakil rektor, hingga rektor lebih banyak didominasi laki-laki.

Prof. Nur Syamsiah juga menjelaskan fenomena The Old Boys’ Network sebagai jejaring sosial antarlaki-laki yang mempermudah akses terhadap jabatan strategis melalui kedekatan personal, relasi organisasi, maupun kesamaan almamater. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat perempuan akademisi kerap mengalami marginalisasi struktural dalam kelembagaan.

Untuk menghadapi fenomena tersebut, Prof. Nur Syamsiah menawarkan sejumlah strategi, di antaranya penetapan kuota kepemimpinan perempuan, audit gender, transparansi promosi jabatan, hingga penguatan dukungan karier bagi perempuan akademisi melalui beasiswa dan pelatihan kepemimpinan.

Pengukuhan Prof. Nur Syamsiah menjadi momentum penting dalam penguatan perspektif kesetaraan gender di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Melalui gagasan yang disampaikan, institusi diharapkan mampu menghadirkan ruang kepemimpinan yang lebih inklusif, adil, dan responsif gender di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.

Previous Post Kolaborasi UIN Alauddin dan BPVP Bantaeng Hadirkan Pelatihan Digital Marketing bagi Mahasiswa
Next Post Mahasiswa Akuntansi UIN Alauddin Unjuk Inovasi di Kompetisi Internasional Malaysia